Bagaimana tidak? Sudah banyak produser dan PH yang berkali-kali mencoba untuk mengangkat si Roy ini ke layar lebar, namun entah kenapa semuanya gagal total.

Pada 13 Oktober 2022 di CGV Grand Indonesia West Mall, ternyata kutukan tersebut sudah berhenti. Tayang perdana sebagai pembuka Jakarta Film Week (JFW), Balada Si Roy akhirnya benar-benar tampil di layar bioskop.

Film ini tidak saja mengangkat romantika remaja tahun 1980-an yang gemar akan perkelahian, kebut-kebutan atau kisah cinta dari SMA, melainkan ada sisipan politik dan sejarah yang coba dituangkan disana, khususnya sejarah tentang kota Serang dan Banten.
Mengangkat pula kearifan lokal setempat seperti jawara dan ilmu hitamnya, film BSR ini bisa menjadi pembelajaran bagaimana menjadi seorang laki-laki sejati yang macho dan gentleman, bandel tapi tetap tunduk patuh pada orang tua.

Roh film ini terletak pada sosok anjing herder yang diberi nama “Joe”, pemberian almarhum papanya, dimana ada bonding yang erat diantara keduanya. Emosi penonton diaduk-aduk pada setiap adegannya.

Film ini bisa menjadi acuan bagi kaum milenial, bagaimana melihat potret remaja kaum 80-an dengan segala dinamikanya. Bagaimana menikmati sebuah cerita fiksi yang dibumbui dengan sejarah yang perlu dipelajari lebih lanjut, agar tidak lupa dengan akar dan budayanya.

Sebuah penantian panjang yang telah terbayar lunas!
“Lelaki harus pergi, tapi juga harus pulang.”
Welcome home, Roy!


