Aku Bersama Toni dan Andi alias RAT

Ini dia dua sahabat baru Roy di Serang, yaitu Toni dan Andi. Bersama Roy membuat Geng RAT di film Balada Si Roy. Geng RAT sengaja dibuat untuk menyaingi hegemoni Borsalino. Nah, hari Minggu 10 Januari 2021, aku bertemu dengan mereka saat syuting hari pertama di SMK Setiabudhi, Rangkasbitung.

Aku bersama Tias Tatanka mendapatkan kesempatan menyaksikan mereka syuting bolos sekolah melompati jendela. Beberapa kali pengambilan gambar. Fajar Nugroh bercanda, “Masak adegan bolosnya begitu? Tasnya dilempar, dong! Kalian nggak penah bolos, ya?”

Pemeran Andi dan Toni menjawab, “Kami homeschooling, Mas!”

Di novel Balada Si Roy yang aku tulis tahun 1988, kisah hidup mereka perih. Itu akan menjadikan kamu kuat, tegar, dan penuh syukur.

#filmbaladasiroy
#IDNPictures

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Dewi Venus Itu Berdiri di Sebelahku dan Aku Dag Dig Dug

Saat potong tumpeng film Balada Si Roy, Febby Restanty sebagai Ani si Dewi Venus tersenyum dan melambaikan tangan kepadaku. Kemudian kami saling ber-say-hello. Hatiku berdebar tak karuan. Ani si Dewi Venus – tokoh kecantikan dan cinta di novel Balada Si Roy yang aku tulis kini berdiri di sebelahku. Dewi venus yang membuat Roy dan Dullah bucin, ya, betul-betul “ada” dan berdiri di sebelahku. Tahi lalatnya tadi sempat aku lihat.

Minggu 10 Januari 2021, di Rangkasbitung, Fajar Nugros – Susi Susanti dari IDN Pictures, pelan-pelan akan membuatnya nyata – Ani si Dewi Venus dihadirkan untuk kita para sahabat Balada si Roy. Nanti Juli-Agustus 2021, kita duduk di bioskop kota kamu, ya. Menikmati film Balada Si Roy.

#filmbaladasiroy
#IDNPictures

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tokoh Ciptaanku Bernama Roy

Roy, Tokoh fiksi yang aku ciptakan di novel Balada Si Roy kini berdiri di sebelahku.
Fajar Nugros dari IDN Pictures pelan-pelan mewujudkannya untuk kita – para Sahabat Balada Si Roy di mana pun berada. Namanya Abidzar Al-Ghifari, putra Ustad Jefry Al-Buchori. Abidzar memiliki banyak persamaan dengan tokoh Roy. Keduanya anak yatim, tidak naik kelas, dan hobi traveling.

#filmbaladasiroy
#IDNPictures

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Love Story Gol A Gong dan Dewi Venus

Dewi Venus adalah mitologi Yunani, artinya tentang dewi cinta dan kecantikan. Keduanya menyatu. Di film Balada Si Roy besutan Fajar Nugros dari IDN Pictures, peran itu jatuh kepada Febby Rastanty yang menurut para pembaca sangat pas. Di dunia nyata, Gol A Gong sebagai penulis novel Balada Si Roy memilih Tias Tatanka sebagai Dewi Venus. Kisah cinta mereka bisa diikuti di “Love Story” akun YouTube GolAGong TV. Linknya di: https://www.youtube.com/playlist?list=PLiZtcSVZq__foYO0sEtBztj-CHO-1vre2 . Selamat menonton. Semoga menginspirasi. Jika urusan cinta, jangan mau kalah dengan Gol A Gong yang hanya berlengan satu. Eh, Dewi Venus kamu, siapa? (Mister Gokref)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Selamat Berjuang, Film Balada Si Roy!

Hari ini, Minggu 10 Januari 2021, kamera mulai dinyalakan di Rangkasbitung. Scene pertama film Balada Si Roy! Action! Llokasinya di Rangkasbitung. Kota Serang sudah tidak bisa lagi di “make over” kembali ke era 1980-an. Kita doakan Fajar Nugros dkk dari IDN Pictures diberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses produksi film Balada Si Roy. Rencana syuting di Rangkasbitung hingga akhir Januari 2021. (GG/Foto IDN Pictures)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Melihat Banten Bergerak Dalam Film Balada Si Roy

Sahabat, mohon doanya. Hari Minggu 10 Januari 2021, Fajar Nugros sebagai sutradara film Balada Si Roy dari IDN Pictures mulai munyalakan kameranya di Rangkasbitung. Scene pertama dan seterusnya akan diproduksinya. Skenario dari Salman Aristo pelan-pelan akan mewujud dan bisa kita nikmati di bioskop seluruh Indonesia.

Film Balada Si Roy mengadaptasi dari novel karya saya dengan judul sama. Tayang pertama kali 8 Maret 1988 di majalah HAI. Kemudian hingga 1994, Balada Si Roy secara rutin hadir di HAI sebagai serial dan dibukukan 10 jilid oleh Gramedia Pustaka Utama.

Hampir semua novel saya selalu menggunakan setting lokasi Banten. Terutama pariwisata dan sejarahnya. Itulah cara saya membayar kepada Banten, karena selama lebih dari 55 tahun udara, air, dan tanahnya saya reguk. Saya tahu itu tak seberapa. Tak akan sanggup saya mengembalikan apa-apa yang pernah saya ambil dari Banten. Tak bisa saya nilai. Tak terhingga.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5