Tahun 2021 yang Menggelora

Awal tahun 2021 yang menggelora. Bukan di peristiwa politik. Tapi peristiwa kebudayaan. Pertanyaannya, sudahkah kita memberikan peristiwa kebudayaan yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia? Atau untuk Banten? Hampir kebanyakan respon dari peristiwa itu, apalagi di era digital ini, seringkali tidak produktif.

Di luar dugaan, peristiwa kebudayaan lewat Film Balada Si Roy besutan Fajar Nugros dari IDN Pictures ini luar biasa. Masyarakat Banten, bahkan Lampung, mendukung. Saya secara pribadi, mengucapkan terima kasih. Tentu selalu ada yang terganggu, saya minta maaf. IDN Pictures selaku rumah produksi juga berkali-kali memohon maaf dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang di sekitar lokasi syuting.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Roy dan Ani Kini Nyata Diwujudkan Fajar Nugros

Enam tahun saya melakukan riset untuk novel Balada Si Roy, 1981 – 87. Kemudian diterbitkan jdai cerita serial di majalah HAI mulai 8 Maret 1988 hingga 1994. Gramedia Oustaka Utama menerbitkan jadi buku. Tiba-tiba saja mulai 10 Januari 2021 para tokoh yang saya ciptakan itu oleh Fajar Nugros dkk dari IDN Pictures dihadirkan di depan mata!

Abidzar Al Ghifari sebagai tokoh Roy dan Febby Rastanty sebagai tokoh Ani pro dan kontra. Rata-rata merasa cocok dengan Febby. Sedangkan Abidzar, banyak yang menyayangkan sebagai putra ustad kenapa memerankan tokoh Roy yang bandel dan memelihara anjing. Biarkan saja. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Proses Kreatif Balada Si Roy

Novel serial “Balada Si Roy” yang saya tulis sudah berumur 32 tahun. Bagaimana bisa bertahan? Idenya datang dari mana? Kenapa tokoh utamanya bernama “Roy”? Karakternya? Ayo, gabung pada Minggu 7 Februari 2021, ya! Pukul 13.00. Via Zoom! Kita doakan syuting filmnya lancar.

Gila. Itu yang saya rasakan ketika berada di lokasi syuting Balada Si Roy. Baca di https://idntimes.com/opinion/social/firman-venayaksa/opini-role-model-syuting-di-era-pandemi-c1c2?utm_source=whatsapp… . Bagaimana @fajarnugros@susantidewi dkk dari IDN Pictures menyiapkan segala sesuatunya? (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

“Roy itu gue banget!” Begitu Kata Pembaca

Hello, sahabat. Mari kita berdiskusi, ya. Saya ingin bercerita, bagaimana saya bisa mendapatkan ide menulis novel serial “Balada Si Roy”? Hal itu juga sering ditanyakan orang. Di tulisan ini saya akan menjawab dari sisi yang umum saja. Ya, dari mana saya mendapatkan ide menulis Balada Si Roy? Dari kisah anak muda di Indonesia. Bisa kamu, dia, mereka, atau siapa saja. Selama 6 tahun, 1981-87 saya melakukan riset pustaka dan lapangan.

Roy adalah anak muda yang pernah mengalami kehilangan sesuatu yang berharga yang dicintai dalam hidupnya. Itu sebab judul novelnya “Balada”. Ibarat musik, juga bisa seolah rock and blues.

Roy adalah kamu yang muda, yang gelisah dengan sekeliling. Sebelum nonton filmnya baca dulu novelnya. Pesan ke 081906311007.

#filmbaladasiroy
#IDNPictures
#golagong

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Roy dan Jesse di Balada Si Roy

“Jika kamu menulis novel harus berupaya agar pembaca percaya itu kisah penulisnya atau percaya bahwa itu pernah terjadi atau merasa itu seperti kisah si pembaca. Itu sama halnya seperti kitab-kita suci yang dipercaya oleh umatnya sebagai firman Tuhan,” doktrin guru menulis.

Balada Si Roy karya Gol A Gong juga begitu. Hasil riset selama 6 tahun dari 1981 hingga 1987 membuat novel itu hidup dan jadi bagian dari pembacanya. Jangan heran jika para pembaca ada yang merasa dirinya jdai Roy, Dullah, Ani si Dewi Venus, Jesse, dan yang lainnya.

“Itu keberhasilan riset,” Gol A Gong menegaskan. “Saya banyak mewawancarai orang secara informal, mengamati prilaku teman-teman, mendengarkan siapa saja yang curhat kepada saya,” tambahnya. (Mister Gokref/Foto Zico sebagai Roy dan Indri sebagai Jesse)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5