Kegiatan gotong royong terlaksana dengan baik. Hingga lebih cepat selesai dari perkiraan. Banyaknya waktu luang yang tersisa, justru membuat peserta kelas menulis melihat dan mendapat banyak hal lain di Rumah Dunia sebelum Kelas dimulai.

Mereka melihat bahwa memang Rumah Dunia didesain untuk kepentingan masyarakat, terlihat dari tidak ragunya masyarakat sekitar, mulai dari anak kecil hingga dewasa beraktifitas di lingkungan Rumah Dunia. Silih bergantinya komunitas literasi dan sosial yang mengadakan pertemuan di rumah dunia, mulai dari kelas puisi, alumni-alumni Kelas Menulis Rumah Dunia yang berkunjung, hadirnya Bapak Agus mewakili POMG Sekolah An-nisaa Izada dan Ibu Nonchi dari Forum TBM Banten.

Peserta Kelas Menulis berkesempatan untuk diskusi dengan Ibu Nonchi dan Bapak Agus tentang motivasi dan hasil akhir yang didapatkan ketika nanti selesai mengikuti Kelas Menulis. “Bisa menulis itu tidak penting, yang penting adalah kamu akan membawa dampak apa dengan tulisan kamu? What’s are you stand for?” Tutur Pak Agus.

Meski pertemuan diskusi ini mendadak, banyak pencerahan yang didapatkan oleh para Peserta. Peserta jadi kembali berfikir tentang apa tujuannya ikut kelas menulis dan dampak apa yang mau dibawa pada lingkungan masyarakat ketika nanti sudah mampu menulis dengan baik.


