Hari ini, setelah Ciloang, markas RD diguyur hujan, kita ada kencan literasi ramai-ramai di Cafe Rendezvous. Ada penulis nasional yang produktif, seorang diaspora Indonesia di Timur Tengah di Qatar, yakni Kang Diday Tea. Dia bertutur tentang kisah di balik produktivitasnya menulis di sela kesibukan kerja di Qatar sana, tentunya.

Uniknya, Kang Diday ini adalah seorang yang berlatar analis kimia. Setelah lulus STM Kimia –koreksi bila salah- tahun 2001 dia kerja di Bojonega. Sembari kerja belajar menulis di Kelas Menulis Rumah Dunia, Angkatan 4.

Perjalanan membawanya bekerja tahun 2007 di Qatar, hingga sekarang. Bekal keterampilan menulisnya dipraktikkannya selama bekerja di sana. Buku pertamanya Apa yang Paling Berkesan Hari Ini, terbit tahun 2020.

Motivasi menulisnya gak neko-neko, ingin menyumbangkan kisah-kisah yang dia alami agar menjadi motivasi juga bagi orang lain. Buku-bukunya bertemakan self improvement, cocok dibaca oleh siapa pun yang sedang mencari bentuk jati diri.

Buku selanjutnya adalah Kamu Kurang Peka, Gigih, dan Amazing Life in Qatar, dan yang sedang dikerjakan untuk diterbitkan selanjutnya adalah “Berpikir Sinting.” Sangat unik, kan? Eh, betulkah, Kang Diday? Apa ada buku lain?

Yang jelas, buku-bukunya sudah tersimpan di rak buku Perpustakaan Nasional Qatar, untuk dan baca khalayak. Saya baru mengoleksi satu bukunya yang berjudul Apa yang Paling Berkesan Hari Ini, yang saya dapat sebagai hadiah give away darinya.

Bukunya yang sedang dalam proses, Berpikir Sinting, Dari judulnya saja sudah bikin penasaran. Pokoknya saya nunggu keluarnya Berpikir Sinting, dah, Kang Diday.
Rumah Dunia Serang, 25 Juni 2023


