Ismail: Tak Lulus SD, tapi Sukses Didik Semua Anaknya jadi Sarjana

Lelaki yang kini bekerja di proyek konstruksi di Moderat Jaya R4 sebagai tukang las itu mengaku bahwa hal itu dikarenakan faktor lingkungan yang tidak mendukung. “Untungnya, pikiran seperti itu hilang setelah saya menikah dan punya anak,” katanya di halaman belakang rumahnya di Kubang Gede, Mangkunegara, Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, Ahad (10/7).

Setelah punya anak, ia bercerita, ia punya pikiran, jangan sampai anak-anaknya seperti dirinya. “Anak saya harus punya ilmu,” ucap lelaki yang pernah jadi tukang ojek, kusir delman dan nelayan itu.

Beruntung, anak-anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Nadofah (27), anak pertamanya, setelah lulus dari Madrasah Aliyah pada 2013, berkeinginan untuk kuliah. Empat tahun kemudian Nadofah lulus dari jurusan Bimbingan Konseling Islam di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dan tahun lalu Nadofah berhasil lulus tes PPPK dan mulai tahun ajaran baru ini ia bertugas di SMPN 8 Kota Cilegon.

Keberhasilan anak pertama belajar di perguruan tinggi ternyata menular kepada anak-anak Ismail yang lain. Mutholib (25), anak kedua Ismail, juga ingin menjadi sarjana seperti tetehnya, meski sempat tertunda karena ingin membantu orang tua mencari nafkah. Pada tahun 2017 Mutholib masuk ke jurusan Ekonomi Syariah di almamater tetehnya. Kini ia sedang menyusun skripsi. “Semoga ia (Mutholib-red) bisa cepat menyelesaikan tugas akhirnya dan lulus,” tutur lelaki yang dipercaya menjadi Ketua RW dari 2009 hingga 2022 itu.

Sementara itu, Uhrowiyah (22), anak bungsu Ismail, yang masuk kuliah pada 2018 di jurusan Manajemen Pendidikan Islam di universitas yang sama, akan diwisuda akhir Juli ini dengan predikat cum laude.

Ismail sendiri sebenarnya tidak pernah memaksakan anak-anaknya untuk kuliah dan jadi sarjana. Ia hanya berkeinginan anak-anaknya bisa mengaji, rajin salat dan terus belajar di mana pun mereka berada. “Karena anak saya ingin kuliah, ya sudah, bismillah, saya berusaha untuk membiayainya, padahal kondisi keuangan keluarga sangat sulit,” kenang suami dari Mulhat (45) itu.

Saat ditanya bagaimana caranya agar sukses mendidik anak-anaknya menjadi sarjana, ia menjawab, “Kita harus punya niat yang bulat, semangat yang kuat, usaha yang maksimal dan doa yang tak putus,” ujar lelaki yang gemar merawat ayam bangkok itu.

Ia berharap, kesuksesan anak-anaknya menjadi sarjana bisa membawa manfaat dan kebahagiaan bagi kehidupan mereka dan keluarga di dunia dan di akhirat.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==