Guru Perlu Menulis oleh Arnoldus Ola Aman, Dua Puluh Pelajaran Kehidupan dan Antologi Puisi Cerita Gadis Daei Pelosok Timur oleh Vhera Lewo Noton, Mata Pena Kumpulan Puisi dan Cerita Pengalaman Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, Percik Imajinasi 3 dan 4 ditulis oleh siswa dan Guru SMPN 1 Adonara Barat, dibawah kepemimpinan Pieter Kedang , Manajemen Penelitian Guru untuk Pendidikab Bermutu, ditulis oleh Petrus Ratu Ile, Atma Putih Cinta Lamaholot Kupang, ditulis oleh Pion Ratuloly, Kabut di Puncak Pasandan, ditulis oleh Ary Toekan, Parade di Negeri Gelap, Kumpulan Naskah Teater ditulis oleh Ansel Dorewoho Atasoge , Antara Tuhan Aku dan Cinta, ditulis oleh Yohanes Hayon, Ole-ole Hari Bae Nagi Catatan Perjalanan Jurnalistik dibalik Semana Santa, ditulis oleh Wento Eliando.

Ujung Pena Guru Kampung, ditulis oleh Maksimus Masan Kian , Antologi Puisi SMA Negeri 1 Larantuka SMANSA Larantuka untuk Indonesia, ditulis oleh Antonia Irmina Ndwa Tabe,dkk, Jejak WVI di Tanah Lamaholot Kabupaten Flores Timur, ditulis oleh Wento Eliando dan Maksimus Masan Kian, Revolusi Mental Ala Guru Bunga Rampai Esai Pendidikan Oleh Guru Flores Timur, ditulis oleh Agupena Flores Timur , Etnomatematika Adonara, ditulis oleh Dr. Wara Sabon Dominikus , Jejak Keterlibatan WVI di Rahim Lamaholot, ditulis oleh Steph Tupeng Witin, Garis Merah Pendidikan, ditulis oleh Linus Lusi , Kepala Dinas PK Propinsi NTT, Luna, Kumpulan Puisi Erich Langobelen, dan Menjadi Guru Hebat Zaman Now, ditulis oleh Robert Bala.

Bapa Ibu Guru, Kepala Sekolah, Komunitas Literasi, masyarakat Flores Timur pada umumnya jika memiliki karya buku, mohon kerja samanya untuk menghantar ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Flores Timur untuk diperkenalkan pada Talk Show Literasi bersama Duta Baca Indonesia.

Terima kasih untuk partisipasinya.
Maksimuas Masa Kian – Ketua PGRI Flores Timur

