Kini saya duduk gelisah. Kawan-kawan sesama penulis mengabarkan tentang Tere Liye yang marah-marah kepada para pembajak buku dan mengkategorikan pembeli buku bajakan itu “goblok”. Eka Kurniawan juga memrotes. Kurnia Effendi dan masih banyak lagi. Di tahun 90-an, ketika Tere dan Eka masih jadi pembaca, buku-buku saya juga dibajak. Belum ada internet, sehingga saya tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menulis buku yang baru.
Kemudian apa yang harus saya lakukan sebagai Duta Baca Indonesia? Ya, menulis.

Sudah 4 hari saya membagi-bagikan buku motivasi “Gigih” (Republika) karya Diday Tea alias Dedy M Sugiharto dan novel Balada SiRoy (Gamedia) karya saya kepada orang-orang yang berkunjung ke stand Rumah Dunia sambil menghimbau jangan membeli buku bajakan. Ini seperti gerakan “mengganggu”. Anda membajak buku, saya membagikan buku secara gratis. Moral combat.

