Saya akan membahasnya. Antara minat baca yang rendah dengan buku bajakan itu terjadi tarik-menarik. Anda percaya minat baca orang Indonesia rendah? Saya: tidak! Saya hampir setiap hari berada di lapangan. Saya menemukan jawabannya. Ternyata lebih kepada sulitnya mengakses buku-buku. Di Indonesia tersebar belasan ribu taman bacaan masyarakat, perpustakaan desa, komunitas literasi dimana koleksi buku mereka tidak variatif. Terutama di Indonesia Timur. Forum TBM, 1001Buku, dan Pustaka Bergerak mencoba mencarikan solusi dengan membagi-bagikan buku secara gratis. Maman Suherman secara pribadi – bekerja bersama jasa pengiriman JNE – mengirimkan buku-buku ke NTT dan Papua.

Anda percaya orang Indonesia senang membeli buku bajakan? Saya: tidak. Saya lebih mempercayai, jika orang-orang lebih memilih buku yang harganya murah. Kenapa harus membeli yang mahal, jika ada yang murah? Fenomena itu sering kita jumpai di mana-mana. Jika ada pesta diskon gila-gilaan seperti di Festival Hari Buku Nasional ini, orang-orang menyerbu.


