Orang-orang mengenalnya sebagai kopi Aseng. Hal senada di Pontianak. Pokoknya kalai pemiliknya Cina, ya Aseng. Ini kuliner yang sudah mendarah daging di masyarakat Kota Tarakan. Bayangkan, kopi Aseng Tarakan ini berdiri sejak 1949. Kamu mungkin belum lahir.

Ini yang ketiga kalinya saya ke sini. Pertama kali tahun 2013 ketika masih suka solo traveling, diundang Medco. Sah Budiman yang mengajak ke sini. Kedua 2018 saat tur Borneo bersama Jack Alawi. Rendy Aditya yang mengajak.

Sekarang, Rabu 26 Juni 2024, bersama Abrar dari Pertamina. Kata Abrar, “Kalau ada tamu dari jauh, ya, ke sini. Ke mana lagi? Kalau cafe-cafe masa kini, di Jawa juga banyak.”

Kami ke sini pas makan siang. Ya Allah, penuh sesak. Panasnya luar biasa, walaupun ada kipas angin. Tapi mungkin kekhasan tempo doeloe inilah yang bikin penasaran. Menunya sebetulnya biasa saja; teh tarik, mie megie yang best seller. Kalau saya senangnya roti sarikaya dan teh tarik. Milonya juga kalau disajikan panas, enang nian. Maklum, Milonya dari Malaysia.
Gol A Gong



