Kota Serang kini terhidang di meja makan. Kota yang tak banyak mengalami perubahan ketika menunya dihidangkan. Kota yang penduduknya masih mengandalkan hasil pertanian dan kerja serabutan. Bahkan di salah satu kecamatannya, banyak yang berprofesi sebagai pengemis. Pengemis sebagai profesi, duh, menyesakkan dada. Dari mulai orang tuanya, anak-anaknya hingga menantunya. Ada juga bayi yang kekurangan gizi, gubuk-gubuk reot yang tak jauh dari kediaman mantan gubernur yang masih menjalani masa hukuman karena terlibat korupsi. Sudah ramai jadi bahan pemberitaan media saat itu dan menjadi isu nasional. Beginikah Kota Serang tercinta yang pada 10 Agustus 2022 berumur 15 tahun?

Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, gelandangan dan pengamen jalanan banyak bertebaran di pertigaan jalan. Malam hari pelacur-pelacur kampungan berdiri menjajakan diri di alun-alun kota. Wajah sedih Kota Serang tercinta yang pada 10 Agustus 2022 berumur 15 tahun. Oh.

Sekarang, secara perlahan, kota mulai sana-sini. Jalan mulai di perbaiki dan trotoar dihias, alun-alun dipercantik dan mulai menjamur ruko-ruko di sepanjang jalan sehingga menghalangi pemandangan sawah-sawah dan ladang.

Aku yang dulu pernah menetap di kota Serang, 3 tahun lamanya. Kulihat, kali Banten masih seperti dulu, tak terawat. Ketika hujan besar datang, kali itu tak mampu menampung air hujan dan mengakibatkan kebanjiran di beberapa titik kota. Beberapa kali pernah menenggelamkan orang dan mati mengenaskan. Oh, Kota Serang tercinta yang pada 10 Agustus 2022 berumur 15 tahun.

Aku yang sekalipun bukan warga Kota Serang, tapi bisa berbahasa Jawa Serang, masih punya darah keturunan wong Serang, masih ingin terus berharap kota ini menjadi simbol peradaban yang berkemajuan sebagai ibu kota Provinsi Banten. Dan tidak berharap dinasti berkuasa kembali, karena mereka hanya memikirkan keluarga mereka sendiri tanpa memperdulikan nasib rakyat yang masih penuh keterbatasan dalam ekonomi, kesehatan, sosial, politik dan budaya.
Sekian dulu menu di meja makan kali ini. Mari kita nikmati makanan penutupnya: bagaimana nasib Kota Serang di 2024? Aje kendor! *
Gufron Khan – Penasihat Hukum golagongkreatif.com


