Menu acaranya meliputi pelatihan menulis cerpen oleh Bang Ade Ubadil, diskusi komunitas literasi bersama Bang Abdul Salam dan Bang Daru Pamungkas, senam pagi, games dan main air di sungai.

Peserta camp literasi yang hadir sebanyak 15 orang, mereka membayar uang registrasi sebesar Rp100.000 sudah termasuk makan 2 kali, tempat penginapan dan pelatihan menulis cerpen.

Literacy Camp ini memberikan pengalaman yang berbeda. Kami belajar menulis cerpen dan diskusi literasi di saung yang letaknya berada di atas sungai. Hal itu membuat suasana belajar menjadi syahdu diiringi suara deburan arus air sungai yang membuat fokus.

Riska, peserta asal Mancak yang datang bersama 3 teman dan gurunya merasa senang bisa ikut Literacy Camp Rumah Dunia dan berbagi pengalaman bersama peserta lainnya.

“Aku kira cuma camp biasa, ternyata seru banget. Bisa ketemu sama kakak-kakak yang punya banyak pengalaman. Di Literacy Camp ini juga diajarin menulis cerpen dari awal, jadi mudah dipahami sama aku yang masih awam, ada diskusi tentang literasi juga. Kakak panitianya juga ramah, Intinya camp Literacy Camp Rumah Dunia seru banget,” kata Riska pelajar kelas 11.

Perasaan yang sama juga diungkapkan Rifki Baedowi, peserta Literacy Camp yang mewakili teman-teman dari Cafe Teras Bamboo. “Asli, menambah ilmu, pengalaman, relasi tapi sambil healing. Mungkin kalo ada lagi saya pengen ikut.. Materinya berguna banget untuk saya sebagi pemula. Mantap, pokoknya,” ungkap mahasiswa Universitas Terbuka itu.
Sebagai panitia, saya merasa senang dengan respon positif peserta Literacy Camp ini. Kita akan terus berkreasi membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan.
Sampai jumpa di kegiatan selanjutnya. *




