Aset Rumah Dunia
Terakhir adalah memaksimalkan aset Rumah Dunia. Belum semua paham, bahwa Rumah Dunia adalah kegiatan sosial di bawah lembaga Yayasan Pena Duna. Aset yayasan seluas 3000 meter persegi hasil gotong-royong kita semua berupa auditorium Surosowan, pendopo Kaibon, dan teater terbuka Tasikardi disewakan untuk umum.

Siapa pun boleh menyewa layaknya sebuah gedung; boleh untuk kawinan, syuting film, seminar, pelatihan, wisuda, promosi usaha, LSM, ormas, deklarasi dukung ini-itu. Komunitas di Banten sangat terbantu dengan keberadaan auditorium Surosowan, bahkan kampus di Banten. Mereka bisa meyewa dengan menyesuaikan anggaran yang ada.

Biasanya menjelang pesta demokrasi selevel kabupaten, kota, atau bahkan presiden sering terjadi perdebatan (dialektika) atau bahkan jadi peluang untuk menyerang sekaligus menghancurkan Rumah Dunia. Hal itu sudah biasa. Gusti Allah yang berkehendak.

Padahal Rumah Dunia sejak dulu memosisikan sebagai “pusat belajar”, tempat tumbuhnya cara berpikir kritis alias waras alias nalar kritis. Sudah sejak 2000 berlangsung, hingga sekarang, para pendiri atau relawannya – alhamdulillah – baik-baik saja. Tetap tersenyum dan berkarya.
Gol A Gong
Ketua Yayasan Pena Dunia
Relawan Rumah Dunia
Duta Baca Indonesia


