Sekitar pukul 15.00 WITA pada peserta karnaval mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa bersiap dengan kostum kreasi Karawo yang mempresentasikan budaya, adat istiadat, kekayaan alam, kuliner, dan wisata Gorontalo.

Satu per satu peserta karnaval mulai turun dari panggung untuk menunjukkan penampilan kemudian berjalan menuju bunderan Tugu Saronde yang berjarak sekitar 1,2 KM.

Aneka kostum kreasi karawo yang mempresentasikan Gorontalo ditampilkan oleh 25 tim yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, kampus, desainer, hingga masyarakat umum.

Mulai dari burung endemik Maleo, tarian daerah, rumah adat, sampai objek wisata yang dimiliki Gorontalo, seperti wisata Benteng Otanaha, wisata hiu paus, taman laut Olele, dan masih banyak lainnya dipresentasikan melalui kostum Karawo yang memukau dan membuat penonton takjub melihatnya.

Buatku, acara Gorontalo Karnaval Karawo ini sangat berkesan sekali. Walaupun terik matahari membakar kulit, tetapi para peserta tetap semangat memperkenalkan kain sulam khas Gorontalo yang sudah ada sejak tahun 1600-an itu.

Masyarakat Gorontalo sangat luar biasa sekali memperkenalkan kain khas daerahnya kepada masyarakat luas. Tentu saja, didukung oleh pemerintah yang serius merawat, melestarikan, dan mempromosikan karawo hingga mancanegara melalui event ini.




