Sekitar pukul 10.15 WITA, di depan rudis Gubernur Gorontalo, sedang berlangsung lomba menukis motif Karawo tingkat SLTP, lomba Mo Karawo yang diikuti oleh para pengrajin karawo, dan lomba foto/video parawisata dan ekonomi kreatif.

Kami hanya melihat sekilas para peserta lomba dari jauh, dan menikmati angin sepoy-sepoy di Monumen Nani Wartabone yang berada persis di depan rudis Gubernur Gorontalo.

Gorontalo Karnaval Karawo ini adalah event rutin yang digelar setiap tahun sejak tahun 2011. Event yang masuk dalam dalam 110 Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini menjadi ajang promosi kain sulam Karawo dan parawisata di Gorontalo.

Aku tahu info Gorontalo Karnaval Karawo ini dari grup Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Negeri Gorontalo sejak awal Agustus. Dari info flayer itu, aku mencari tahu lebih jauh tentang acara yang mempromosikan kain tradisional sulam Karawo khas Gorontalo.

Ketika aku melihat Gorontalo Karnaval Karawo tahun lalu di internet, aku sangat kagum. Kain sulam tradisional dikemas dan dikreasikan dengan sangat serius dan kreatif. Sehingga menarik banyak peminat karawo dari dalam dan luar negeri.

Beruntungnya, aku berangkat dari Banten ke Gorontalo tanggal 17 Agustus 2023. Sehingga bisa menyaksikan langsung salah satu acara bergengsi itu.

Hari ini, aku berada langsung di lokasi karnaval, menyaksikan bagaimana para peserta melakukan persiapan dan melihat partisipasi masyarakat Gorontalo dalam meramaikan acara ini, walaupun harus panas-panasan di pinggir jalan.


