Menyebarkan Pamflet Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 39 Butuh Perjuangan

Hampir 15 menit keliling kampus, kami berhasil menempelkan tiga pamflet. Letaknya berada di mushola kampus, ruang kelas jurusan Bahasa Inggris, dan selasar ruang diskusi. “Kita hanya berusaha, sisanya Allah yang menentukan,” pikirku dalam hati.

Dan begitu seterusnya, aku menempelkan tiga pamflet di tiap majalah dinding (mading) yang ada di setiap kampus. Di alun-alun Serang dan stadion Maulana Yusuf, kami menempelkan pamflet di kaca jendela gedung olahraga.

“Jri, sebelum pulang. Mampir dulu di tukang gorengan. Asupan ngangetin tubuh,” saut Bang Rahmet dari jok motor belakang, saat kami dalam perjalanan pulang.

Saat aku datang ke Rumah Dunia. Jam telah menunjukkan pukul 00:21 WIB, dan tubuhku juga terasa lemas dan ngantuk. Ini pengalaman menarik, aku bisa masuk ke kampus lain di malam hari.

“Apa setiap kampus punya habit dan budaya tersendiri. Sebab selama kuliah di UIN Jakarta, mahasiswa tidak boleh melakukan aktivitas di dalam area kampus saat malam hari, yang bukan waktu perkuliahan,” gumamku dalam hati.

Hingg akhirnya mataku terlelap, ragaku sudah terbang di antara langit-langit harapan. Apakah esok akan ada yang mendaftar lagi untuk Kelas Menulis Rumah Dunia? Ternyata dari kuota 50 orang, sudah 20 orang yang mendaftar.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==