Lalu lalang kendaraan tidak terlalu padat, mungkin karena malam yang kian larut. Dingin pun terasa lebih menggigil karena angin yang berhembus kencang. Jam 21:23 WIB, aku sampai di Untirta Ciwaru, dan langsung masuk ke dalam kampus.

“Mungkin, kita keliling dulu aja. Liat sekitaran, siapa tau ada majalah dinding (mading), kita bisa tempelkan pamfletnya di situ,” ujar Bang Rahmet kepadaku.

Dengan pede kami masuk ke dalam kampus orang lain. Aku melihat banyak mahasiswa yang masih berdiskusi dan mengerjakan tugas. “Slow aja, Jri. Anggap kampus sendiri!” tegas Bang Rahmet.


