“ePerpus Prov Bengkulu merupakan sebuah aplikasi perpustakaan digital milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu yang didalamnya terdapat ribuan buku elektronik yang dapat dibaca oleh pemustaka,” ungkapnya.

Program ini dilaksanakan guna menguatkan gemar membaca di masyarakat Bengkulu. Selain ePerpus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu juga melengkapi sarana dan prasarananya dengan kantin literasi.
“Tidak hanya membaca, tapi pemustaka juga bisa makan, minum. Ada koran, majalah, dan internet (Wifi). Selain itu kami juga terus terus berupaya meningkatkan layanan anak dan sarana untuk disabilitas. Mohon masukan dan kolaborasi dari semua pihak,” ungkap Meri.

Selain itu Meri juga menyinggung soal Perpustakaan Desa. Menurutnya kepala desa yang sudah paham pengalokasian dan pemanfaatan dana desa akan bisa dengan mudah menjalankan Perpustakaan Desa.
“Bayangkan Kalau di desa berdiri perpustakaan-perputakaan yang bagus, maka anak muda akan mudah menemukan solusi, desa akan jadi kuat, perempuan kuat, ekonomi kuat, dan lain sebagainya,” ungkap Meri.

Meri Sasdi juga secara khusus mengatakan bahwa dukungan Perpusnas terhadap peningkatan literasi di Provinsi Bengkulu sangat luar biasa. Kreativitas dan inovasi program literasi yang dialokasikan oleh Perpusnas menjadi kata kunci dari keberhasilan yang kami (Bengkulu) peroleh.

“Hasilnya, provinsi Bengkulu mendapatkan prestasi terbaik nasional selama dua tahun berturut-turut,” tuturnya.
Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia menyarankan, agar Dinas Perpustakaan Provinsi Bengkulu mulai memerhatikan pemustaka dari gen Z dan Alpha.

“Mereka digital native. Jadi program-programnya harus relevan. Coba bikin lomba video kreatif tentang pariwisata Bengkulu. Atau selfie di landmark bengkulu yang ikonis sepeti masjid Jamie, rumah Bung Karno, dan patung Fatmawati yang sedang menjahit,” tambah Gong, yang sedang merencanakan Europe Road Trip,April-Mei 2024 nanti. (*)



