Kepala Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Dra Hildegardis Bria Seran dalam sambutannya menyampaikan hal umum terkait Bimbingan Teknis dan mengucapkan selamat datang kepada para peserta. “Manfaatkan dengan baik Bimtek ini untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas sebagai pegiat literasi,” katanya.

Bimtek yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional ini diawali dengan kisah heroik peserta dari Lembata. Dia menceritakan tentang perjalanan dari kampungnya di Lembata hingga berhasil sampai di Kupang.


Perjalanan dari mulai tempat asal di Lembata, kemudian menyeberang ke Adonara dengan kapal kecil. Sampai di Adonara naik perahu ke Larantuka dan bermalam di sana. Dia kesulitan kesulitan mencari kuliner malam di Larantuka. Esoknya ke Bandara Gewantana di Larantuka untuk terbang ke Kupang.

Perjalanan yang mengesankan menggunakan banyak moda transportasi ini memang sesuai dengan keadaan yang ada di Nusa Tenggara Timur. Namun semangat para penggiat literasi tidak pudar untuk terus belajar tentang literasi yang lebih baik dan sejahtera .

Sebelum berakhir sesi hari pertama, peserta dibagi kedalam 4 kelas berbeda dan Flores Timur berada di Kelas 4 bersama kabupaten lain dengan Mentor Ni Made Dwi Cristianty dan Adi dari Perpustakaan Daerah Provinsi NTT. (Zaeni Boli)




