Di sana, kami berjumpa juga dengan Marthen Reasoa, Ketua Bengkel Sastra Maluku. Sambil makan malam, kami mendikusikan gerakan literasi kolaborasi antara komunitas literasi dengan instansi pemerintah.

Marthen menjelakan, bahwa selama ini para penulis enggan berhubungan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. “Sering diberi harapan tapi jarang terwjud.” “Kami banyak menerbitkan buku dengagn biaya sendiri.”

Pak Ronald dari Dinas Perpustakaan Maluku mengundang Bengkel Sastra Maluku secara khus. “Silakan datang. Kita bicarakan progrm-program tahun 2023 nanti.”

Marthen berharap. halaman depan gedung perpustakaan bisa dipakai untuk kegiatan para penulis. isalnya peluncuran dan bedah buku.
Mister Go Kreaf


