“Enggup, sira anak lanang. kudu mandiri, aja jadi anak aleman. Selain mandiri, aja lupa karo kewajiban sira, sholat tiap waktu. (Kamu anak lelaki. Harus mandiri, jangan jadi anak manja. Selain mandiri, jangan lupa sholat tiap waktu),” teringat pesan abahku setiap kali aku berangkat menuntut ilmu baik saat masih di Serang dan sekarang di kota yang dingin ini.
“Sira, aja sampai ana masalah karo uwong lian. Kudu baik pada sekabehe, aja nyuri milik uwong (Kamu, jangan sampai punya masalah dengan orang lain. Harus baik ke semua orang. Jangan mencuri punya orang),” berikut kata-katanya yang masih terngiang dalam hatiku.

Di saat yang sama, aku teringat akan seorang gadis berkerudung hitam itu. Mengapa aku masih terus memikirkannya.
“Hei, gadis cantik, awas lho nanti di goda orang Baduy,” aku ingat kata-kataku padanya saat sedang kunjungan di Baduy 2 tahun silam. Aku menyesal mengeluarkan kata-kata itu yang membuat hati gadis itu tersinggung dan setelah kejadian itu aku tak berani untuk bertegur sapa. Takut salah kata dan membuatnya tersinggung.
Dimanakah dia sekarang ini. Aku merasa rindu padanya. Rindu yang hanya sebelah tangan. Cinta yang tak bisa memiliki. Akankah kita bisa berjumpa lagi pada waktu dan tempat dimana situasi politik dan ekonomi sedang kacau seperti saat ini. Entahlah…

Cuaca yang semakin dingin, membuat jari tanganku makin mengelupas saja. Mungkin ini karena alergi dingin. Aku pun belum mengerti. Selain jari tangan, jari kakiku juga mulai mengelupas dan terasa perih bila terkena air. Kadang jariku tangannya mengeluarkan darah di antara kulit jari yang mengelupas itu.
Pernah aku beri salep atau pelembab pada jari tangan dan kakiku, tapi tak kunjung sembuh lukaku. Tak ada gatal memang, hanya setiap saat kulit mengering dan mengelupas. Aku tak pernah memberitahukan hal ini pada siapapun karena aku berpikir nanti juga akan sembuh dengan sendirinya.
Sudah 5 bulan aku tinggal di masjid kampus dengan segala keterbatasan yang ada. Rasanya aku perlu udara segar dengan mencari kostan. Mungkin bila sudah tinggal di kost an, aku tak lagi menderita karena luka di bagian jariku.
Ya, aku harus indekost.


