Padahal saya punya banyak teman di tempat kerja – RCTI, yang sangat mendambakan seorang anak. Jika saya perihatkan peristiwa biadab itu – orang tua membuang bayi, maka kawan saya itu menangis.

Pada tahun 2000 pula Banten jadi provinsi. Koran harian mulai muncul, yaitu Harian Banten. Saya tawarkan kepada koran lokal Banten yang bernaung di Jawa Pos Group cerita bersambung berjudul Pada-Mu Aku Bersimpuh karya Gol A Gong. Setap hari muncul.

Kemudian. Oktober 2000 Suhud Sentra Utama menerbitkan nya jadi novel. Saat itu berbarengan dengan pelantikan Plt Gubernur Banten di Karesidenan Banten, di Islamic Center novel Pada-Mu Aku Bersimpuh.
Ketika cetakan kedua, Andi Suhud Trisnahadi sebagai Direktur Suhud Sentra Utama setuju dengan usulan saya. Mizan tertarik untuk menerbitkannya jadi novel trilogi. Buku pertama Pada-Mu Aku Bersimpu, Biarkan Aku Jadi Milik-Mu, dan Tempatku di Sisi-Mu.


Tahun 2001, Indika Entertainment membeli hak cipta untuk diproduksi ke dalam sinetron ramadhan. Iis Dahlia, Gito Rollies, Inneke Koesherawati, Reny Jayoesman, Cok Simbara memerankan para tokohnya. Pada 2002 RCTI menayangkan sinetronnya.
Ini OST yang dinyanyikan Iis Dahlia:
MUI memilih Pada-Mu Aku Bersimpuh sebagai sinetron terbaik ramadhan 2002. TPI, LaTivi (sekarang TV7) menayangkan ulang tahun berikutnya. TV 3 Malaysia juga tidak mau ketinggalan memutar sinetronnya. Bahkan sebuah penerbit Malaysia menerbitkan novel ini dalam versi Bahasa Melayu.


Novel trilogi Pada-Mu Aku Bersimpuh ini betul-betul membawa berkah. Saya bisa membeli tanah di belakang rumah. Di tanah itu saya dan isteri membangun Rumah Dunia.
Gol A Gong


