Peluncuran Tumbuh Meski Tak Utuh di Perpusnas RI Berjalan Heboh

Acara peluncuran dan bedah buku ini bertempat di Ruang Serba Guna lantai 4 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Merdeka Selatan (depan Monas) di Jakarta, berjalan heboh. Ruangan dipenuhi anak-anak remaja di kisaran gen milenal dan gen Z.

Kumpulan cerita pendek TMTU ini ditulis oleh dua puluh penulis yang mengusung nama Caraka sebagai nama utama. Menurut Mba Dhewiberta selaku editor Bentang Pustaka, Caraka adalah nama yang dipilih oleh para penulis dan dapat diartikan sebagai “utusan” dalam Bahasa Sangsakerta.

Oh ya, aku baru ingat, merujuk pada pelajaran bahasa Jawa saat sekolah dulu, ada frasa “hanacaraka” yang diterjemahkan sebagai “ada utusan”. Hubby merespon, “Keputusan memakai nama ‘Caraka’ ini fenomenal, lho. Biasanya kan penulisnya ingin namanya tertera di cover depan. Ada dua puluh nama penulis berderet di cover, bertumpuk dengan logo penerbit dan judul buku. Ini tidak. Keren.”

Oh ya, meskipun ada karya anak sendiri di kumcer ini, hubby berusaha tetap obyektif membedahnya. Mungkin nanti di rumah saja secara personal mengkritik tulisan anak sulung. 🤭 Kata Hubby, “Sebagai yang pertama, buku ini sudah bagus. Keduapuluh penulis ini adalah aset Bentang juga Indonesia. Nilainya tujuh.”

Silakan memburu Kumpulan Cerpen “Tumbuh Meski Tak Utuh” di toko buku terdekat atau di market place kesayangan Anda.

Tias Tatanka

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==