Malam itu saya di bonceng menuju SMASK Podor. Ekspektasi saya tinggi dengan pertunjukan ini, karena nama besar SMASK Podor sebagai sekolah unggulan dan favorit.

Di pintu masuk, petugas tiket memeriksa tiket. Lancar. Kami sampai sesaat sebelum pentas dimulai. Tidak lama kami disuguhkan penampilan tari dari Bintang Tamu, Lembata, yang diasuh alumnus SMASK Podor.


Uniknya, acara dibuka 6 orang MC yang menyapa kami dengan bahasa yang berbeda. Ada yang menggunakan bahasa Inggris, Jerman , Jepang, dan juga Korea. Bahasa lokal, Lamaholot, tetap dipertahankan.

Pertunjukan dibawa ke dalam 3 paket sajian. Paket pertama, penampilan tari , musik dan teater. Kedua, kita disuguhkan tarian modern, musik berkelompok dan lain lain. Pada terakhir, musik berkelompok, tarian tradisional, dan teater.

Pertunjukan yang Komplet dan menyenangkan. Pada kerja-kerja pertunjukan yang keren tersebut, saya juga ingin mengapresiasi kerja dari kru panggung yang cekatan dan baik, sehingga pertunjukan jadi begitu lancar dan menyenangkan.


Pukul 22.00 WITA lebih, pertunjukan berakhir. Kembali saya diantar pulang Pak Toni. Di perjalanan pulang, kami membahas pertunjukan seni di SMASk Podor yang membekas di ingatan. Sungguh sesuai dengan harapan saya. (*)


