Air Mata Langit
Oleh: MN Fazri
Di ujung tahun berganti angka
Para hamba belum sadar juga
Rotan kayu muda semakin menua
Daun hijau pun gugur beberapa
Para tetua melihat seksama
Hati-hati yang hitam
pekat, penuh berwarna
Dengki hasad hasut
Merajalela
Sujud tak di anggap
ritual penuh makna
Bahkan, beberapa tak lagi menengadah
tangan pada ruang yang tak berawan
Para kurcaci itu berpaling muka
Hingga air mata langit
tak terbendung
kecewa pada hambanya
Jendela
08/01/2024
*) Gambar: gratisography



Halaman: 1 2

