Resensi Buku: Jalan Literasi Jalan Tuhan Adin Bondar

            Gagasan lainnya yang merespon visi pemerintah tentang “Indonesia Emas 2045” bermunculan dan itu dituliskan dan dipublikasikan di media massa. Ketika membaca buku ini, saya menemukan banyak gagasan, mimpi, dan sifat terbuka dari Pak Adin. Baginya perpustakaan adalah segalanya, belahan jiwanya.

“Inilah jalan Tuhan bagi saya. Sejak awal karir memang sudah ditunjukkan perpustakaan sebagai tempat berkarya. Bertahun-tahun hingga sekarang dipercaya sebagai Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI.”

Kalimat yang ditulis Pak Adin ini tidak main-main. Saya teringat dengan firman Allah, “Jika suatu urusan dilakukan bukan oleh ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” Pak Adin adalah orang yang memiliki kemampuan itu sehingga gagasan-gagasannya tentang dunia literasi harus disebarkan lewat tulisan.

 Pak Adin menulis lagi, “Jalan Tuhan ini adalah amanah yang dititipkan kepada saya. Titipan yang tidak diberikan kepada semua orang. Dan saya yakin, kelak satu masa nanti, semua amanah wajib dipertanggungjawabkan,” begitulah curahan hati Pak Adin. Hati saya bergetar.

Jika sudah menyebut nama “Tuhan”, saya meyakini setiap kata yang diucapkan Pak Adin tidak sekadar dimulai dari “berpikir” tapi juga dihiasi dengan “perasaan”. Hati terang dan pikiran kritis menyatu menjadi sebuah tindakan yang mulia.

Bagi Pak Adin setelah gagasan dituliskan dan dipublikasikan, langkah berikutnya adalah menerbitkannya jadi buku. Baginya itu sebagai cara introspeksi. Tidak selalu gagasan yang lahir dari pikirannya itu sempurna.

Kata Pak Adin dengan sangat bijak, “Agar jejak karya bisa abadi, maka di buku ini saya tuliskan capaian-capaian yang telah diraih. Semoga menjadi referensi bagi generasi di masa datang, agar berbuat yang jauh lebih baik.”

Pak Adin sadar bahwa manusia itu tidak sempurna. Setinggi apa pun ilmu yang diraih, dia sadar diluaran sana ada orang yang ilmunya lebih tinggi lagi. Seperti kata pepatah: di atas langit masih ada langit.

Di buku ini saya atau kita semua akan merasakan, bahwa ide yang lahir bisa dari kita dan yang mewujukannya boleh siapa saja. Dalam sebuah penelitian disebutkan, bahwa dalam waktu bersamaan bisa muncul 70 ide yang sama dan siapa yang memulainya lebih dulu maka dialah sang pemenang.

Pak Adin sadar itu. Pak Adin menulis, “Mimpi itu sengaja saya tulis, kalaupun bukan di tangan ini mimpi-mimpi itu terwujud, semoga di tangan generasi mendatang semua mimpiku akan jadi kenyataan. Tidak mudah untuk bisa sampai di titik ini. Sama tidak mudahnya untuk memilih berkhidmat di jalan ini. Dengan segenggam keyakinan, saya ikrarkan untuk menjadi abdi negara. Lewat dunia literasi akan bekerja untuk Indonesia.”

***

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

1 Komentar

  1. Luar biasa Bang Adin dan sungguh luar biasa juga resensi Mas Gol A Gong, selamat buat mas Adin dan sukses selalu, saya sekarang lagi nulis fiksi mini Mas Gol, maaf ya baru tahapan belajar walaupun sebelumnya saya sudah pernah menulis cerpen, pentigraf puisi tiga bait juga beberapa artikel yang hanya bungkam dalam folder, sekali lagi dengan Membaca kita semakin berdaya dan berenergi menembus tepian dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==