Oleh: Naufal Nabilludin – Relawan Rumah Dunia
Hari ini, 3 Maret 2025, Rumah Dunia merayakan ulang tahunnya yang ke-23. Bagiku, ini bukan sekadar perayaan komunitas, tetapi juga menandai tiga tahun perjalananku sebagai relawan di Rumah Dunia.
Tepat tiga tahun lalu, pada 3 Maret 2022, aku pertama kali bergabung dengan Rumah Dunia. Saat itu, aku diajak oleh Bang Arif Baehaqi, yang sekarang bekerja di Australia. Begitu masuk, aku langsung disibukkan dengan persiapan ulang tahun Rumah Dunia yang ke-20, yang diadakan pada Sabtu, 5 Maret 2022.



Momen-momen berkumpul, meniup balon, menyebarkan flyer, dan makan bersama masih membekas di ingatanku hingga sekarang. Itulah awal mula yang membuatku merasa betah dan akhirnya tetap di sini sampai hari ini.

Saat pertama kali menjadi relawan, aku adalah “anak bungsu” yang diasuh oleh para senior. Aku diarahkan, dibimbing, diberi tahu, bahkan dimarahi saat melakukan kesalahan—dan aku menikmatinya. Ada banyak momen yang menguatkanku dan membuatku semakin yakin terhadap mimpiku. Lingkungan di Rumah Dunia sangat mendukung dan positif. Inilah yang membuatnya spesial: tidak ada kepentingan lain selain membantu relawannya menjadi pribadi yang unggul.


Selama tiga tahun di Rumah Dunia, aku mendapatkan banyak hal berharga. Sejak bergabung, aku mulai percaya bahwa mimpiku untuk keliling dunia bukanlah sesuatu yang mustahil. Dan benar saja, pada 2023, Allah memudahkan jalanku untuk mulai mewujudkan impian itu. Aku diterima dalam program pertukaran mahasiswa di Gorontalo selama satu semester.

Saat itu, Mas Gong, Bang Salam (alm.), dan para senior sangat senang mendengar kabar itu. Mereka semua mendorongku untuk terus maju dan berkembang. Bahkan, ketika aku hendak berangkat, beberapa orang mendukungku secara materi—sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan.


Sepulang dari Gorontalo, aku memberanikan diri mendaftar program magang MSIB. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari para guru serta senior di Rumah Dunia, aku diterima di detikJabar. Saat itu, aku adalah satu-satunya peserta magang yang berdomisili di luar Bandung. Aku juga menyadari bahwa salah satu alasan aku diterima adalah karena portofolioku di golagongkreatif.com. Mas Gong selalu mendorongku untuk menulis, dan dorongan itu membuahkan hasil.


Rumah Dunia yang kini berusia 23 tahun adalah bukti dari tiga hal yang selalu Mas Gong tekankan: komitmen, konsistensi, dan kesinambungan. Ini bukan sekadar konsep yang sering beliau ucapkan, melainkan sesuatu yang benar-benar diwujudkan. Rumah Dunia telah bertahan selama lebih dari dua dekade, dan tak terhitung berapa banyak orang yang telah merasakan manfaatnya sejak pertama kali didirikan. Semoga ini menjadi amal jariah bagi guru dan semua orang yang telah terlibat di dalamnya.

Aku tidak bisa membayangkan seperti apa hidupku tanpa Rumah Dunia. Tiga tahun lalu, aku hanyalah seseorang dengan impian besar, tetapi di sini aku belajar bahwa mimpi bukan sekadar angan-angan. Rumah Dunia bukan hanya komunitas—ia adalah rumah bagi banyak orang. Aku bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini.

Terima kasih Mas Gong, Bu Tias, Mas Toto, para senior, dan semua orang yang telah terlibat serta terus menghidupkan Rumah Dunia. Semoga ini menjadi amal jariah kita semua. Aamiin.
Selamat Ulang Tahun Rumah Dunia.



