MA Cisaat Padarincang ke Rumah Dunia

Pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda berhenti. Komunitas Rumah Dunia di Serang Banten juga belum mau mati. Pada 16 November 2020, MA Cisaat Padarincang, Kabupaten Serang berkunjung ke Rumah Dunia. Mereka diterima Abdul Salam, Presiden Rumah Dunia 2020-2025. Sekitar dua jam, Salam dan beberapa relaqwan seperti Daru, Jodi, Arip, dan Rudi menceritakan proses kreatif belajar menulis di Rumah Dunia dan spiri9t kerelawanan. (dok RD)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Pisang Goreng Relawan Rumah Dunia

Pagi yang indah. Biasanya Tias Tatanka menyuguhi saya sarapan jus atau nasi goreng dengan sedikit ratapan, “Please, Beb…” Tapi Jum’at pagi ini, 11 Desember 2020, saya yang baru saja memijit tombol “on”, mau melanjutkan penulisan novel Balada Si Roy: Spider, prekual di Bandung, sebelum Roy pindah ke Serang, Hilman Lemri muncul di jendela, “Sarapan, Mas…”

Hilman masuk ke ruang kerja saya lewat pintu rahasia. Dia membawa sepiring pisang goreng yang dibuatnya sendiri. Dia relawan Rumah Dunia yang sukses secara akademis, S2 FIKOM UNPAD Bandung. Setelah lulus sertifikasi editor, dia ditarik Firman Venayaksa jadi editor di Untirta Press.

Sekarang Hilman sedang merencanakan mencari tempat tinggal, memberikan kamarnya kepada relawan baru. Masya Allah, memang beda ya kalau yang udah punya rencana mau nikah mah. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Para Tutor di Rumah Dunia Sejak 1998 – 2020

Rumah Dunia dimulai di garasi rumah, pindah ke teras rumah pada 1998. Saat itu Tias Tatanka yang membacakan dongeng kepada 2 anak kami yang masih balita – Nabila Nurkhalishah (1 tahun) dan Gabriel masih di kandungan. Saya saat itu bolak-balik Serang – RCTI di Kebon Jeruk.

Tahun 2000 kami berhasil membebaskan tanah seluas 1000 m2 di halaman belakang rumah. Kami membangun pendopo di tengah kebun. Tias terus saja mendongeng kepada anak-anak kecil di kampung Ciloang sambil menyusui putra kedua, Gabriel Firmansyah. Saat itu suasananya lebih pada mendongeng dan bermain. Kami ingin Nabila dan Gabriel tumbuh di lingkungan literasi yang sehat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Vini, Vidi, Vici ala Jang Rudun

Taufik Hidayatullah datang dari Anyer dan jadipeserta Kelas Menulis Rumah Dunia pada 2016. Kemudian jadi relawan Komunitas Rumah Dunia . Dia saya ibaratkan Julius Caesar: vini, vidi, vici. Pada 2019 Opik – nama akrabnya, didapuk jadi maskot akun YouTube Rumah Dunia TV. bernama “Jang Rudun”.

Opik juga traveling ke Singapura dan Malaysia bersama Gong Traveling, menulis buku travel writing, mengasah kepekaan jurnalisnya dalam Gempa Literasi Jawa Barat September 2019 lalu. Dia juga siap menerima tantangan jadi Pimpinan Redaksi di  www.rumahduniaonline.wordpress.com . Lulus sarjana pada 2020 dan pulang kembali ke Anyer, membantu orangtuanya berjualan di Pasar Anyer.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sarapan Literasi Digital di Rumah Dunia

Setiap pagi, saya dan relawan Rumah Dunia sarapan di panggung. Sudah ribuan peristiwa di panggung ini sepanjang tahun 2004 hingga 2020 ini. Seperti Selasa pagi, 30 Juni, kami sarapan nasi bakar. Salam, Daru, Rudi, Hilman, dan Opik.

Kami mendiskusikan literasi digital sebagai solusi new normal di era pandemi Covid-19. Akun medsos Rumah Dunia akan dimaksimalkan. Twitter, IG, FB, Group, media online Kurungbuka.com  dan rumahduniaonline.wordpress.com. Tentu YouTube Rumah Dunia TV tidak mau ketinggalan. Semoga para relawan yang sedikit ini diberikan kesehatan kemudahan oleh Allah SWT. Amin.

#rumahdunia
#golagong
#relawanrumahdunia
#komunitassastra
#gerakanliterasikomunitas
#literasidigital
#gerakanliterasinasional2020

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5