Hal lainnya adalah Rumah Dunia memanfaatkan betul keberadaan media sosial; Instagram, Facebook, twitter, YouTube, hingga website.
Proses belajar saya mengedit video sepertinya didukung oleh semesta. April 2019, Setiawan Jodi Fakhar , relawan Rumah Dunia menghibahkan sebuah kamera Canon 750d kepada Rumah Dunia. Saat itu Golagong Penulis semakin antusias memberikan wawasan tentang dunia film, video reportase, teve image hingga membuat teve programe. Lalu lahirlah Rumah Dunia TV. Saya didapuk sebagai penanggung jawabannya.

Gempa Literasi Jawa Barat (2019) menjadi “praktik kerja lapangan” saya. Dalam perjalanan itu saya dituntut untuk mengisi YouTube Rumah Dunia TV dengan konten video yang saya edit hingga mencapai 1000 subscriber (batas minimal untuk mengajukan monetisasi selain 4000 jam tayang).


