Sahur dan Berbuka di Malaysia dengan yang Ada

Untuk sahur, pukul sepuluh malam kami menyusuri jalanan Georgetown. Kami mencari pasar malam seperti di petunjuk arah. Ketika ada toko kelontong, kami mampir membeli kapas dan pasta gigi. Hubby beli roti. Aku pun mupeng es krim yang dibeli seorang remaja.

Sempat terpikir, malam-malam makan es krim, apalagi gigi sedang sakit. Tapi aku pengin, jadi ya beli satu. Untunglah esnya tidak begitu dingin, jadi tidak bikin ngilu.

Tengah antre di kasir, hubby mengingatkan tisu basah. Aku minta hubby mencari di rak dekat ia berdiri. Ada beberapa produk tisu basah di situ. Hubby mengambil yang bungkus hijau muda. Aku menambahkannya ke dalam belanjaanku.

Aku sempat menanyakan letak pasar malam dan street food. Rupanya masih dua blok lagi. Kami malas juga jalannya. Apalagi menurut mbak-mbak penjaga kasir yang mengenakan hijab, “Di sana kebanyakan nggak halal.” Sudahlah, tidak jadi ke sana.

Saat menerima kembalian, aku heran. Lho, kok cuma sedikit? Mau nanya harga, antrean udah panjang lagi. Aku iseng cek harga di rak.

Begitu keluar toko, aku bilang, “Pah, tisu basah itu harganya 25 Ringgit.”
Hubby kaget dan menatapku, “Maaf, Mamah, bapak-bapak memang nggak pernah lihat harga, apalagi kalau itu pesanan istri.”
Aku ketawa. “Ya nggak apa-apa.”

Kami berjalan lagi menuju restoran terdekat. Hubby beli makanan pembuka. Resto itu tutup pukul 1 dini hari. Itulah kenapa kami cepat-cepat ke situ lagi. Jenis makanan yang dijual cocok dengan lidah dan perut kami.

Sambil menunggu pesanan datang, hubby malah brainstorming sebuah bisnis yang ingin digelutinya jika kami ada rezeki. Di meja makan kami sibuk menghitung modal, omset, dan keuntungan. Lalu bagaimana cara meraih omset. Begitulah kegabutan ala kami, tetap saja diusahakan gabut yang kreatif. Hahaha.

Ketika makanan datang dan dapat tagihan, kami tertawa berdua. Harga makanan cuma 20 Ringgit. Lebih mahal tisu basah yang kami beli. Wkwkwk.

Buat yang mau tahu kisaran harga makanan di Georgetown, Penang, ini aku sertakan fotonya. Ada sih yang halal dan mevvah juga. Jadi tergantung ketebalan dompet aja. (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==