Kadang sengaja beli sesuatu itu supaya Bella dan Gab tertarik ikut bergiat di belakang, jadi aku sekalian mengawasi. Tapi dua bocah itu memang sudah kenyang dengan kegiatan keterampilan tangan bersamaku, jadi sudah tidak aneh lagi. Mereka memilih bermain di dalam rumah, jadi aku yang harus mengalah, bolak-balik dari rumah ke halaman belakang.

Akan halnya sekeranjang mainan bekas yang disimpan di saung, makin lama makin berkurang. Tapi itu risiko yang harus dihadapi. Suamiku bilang tidak apa-apa hilang, tetap diberitahukan ke anak-anak Pustakaloka Rumah Dunia, mengambil sesuatu harus seizin yang punya.

Beberapa anak akhirnya minta izin meminta mainan. Kuiizinkan dan mereka suka cita membawa pulang mainan setelah ikut kegiatan. Ada yang klarifikasi juga, saat melihat temannya pulang bawa mainan. Kukatakan temannya itu sudah izin. Anak itu pun buntutnya ingin mainan juga. Hahaha. Ya sudah kubolehkan memilih mainan.
Efeknya mungkin tragis sedikit, ya. Akhirnya seluruh mainan habis tak tersisa, sekeranjangnya pulak. Allahu Akbar.



