Upaya-upaya tersebut mendukung program perpustakaan dan literasi yang digalakkan Perpustakaan Nasional, yakni transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah terlaksana di sebanyak 1.350 lokus.

Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial terbukti mampu meningkatkan ekonomi masyarakat marjinal melalui penguatan perpustakaan, seperti pengadaan bantuan mobil perpustakaan keliling digital (MPK), motor perpustakaan keliling, pojok baca digital (POCADI), serta koleksi untuk pondok pesantren (ponpes), rumah sakit, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), komunitas, sampai peningkatan akses buku digital dan elektronik sebagai jaminan pemenuhan hak masyarakat terhadap layanan perpustakaan.
*) Dr. Adin Bondar/Pusat Analisis Perpusnas RI/dimuat di Harian Terbit
#dbi2021
#golagong
#dutabacaindonesia


