Saya Lahir dari Rahim Puisi

Ya. Saya lahir dari rahim puisi. Karya pertama saya adalah puisi, 1981, dimuat di majalah HAI. Honorna Rp. 3500,- Saat itu semangkok bakso harganya Rp. 250,- Saat itu yang ada di benak saya, “Bagaimana saya bisa membangun gelanggang remaja?”

Kemudian saya beralih ke prosa – menulis cerpen dan novel, tapi tetap menyertakan puisi. D hampir setiap episode atau sebuah bab novel, saya selalu mengikutkan puisi di dalamnya. Itu sebab sya kuliah di Fakultas Sastra UNPAD Bandung.

Proses Kreatif Menulis Buku Puisi Air Mata Kopi

Suatu hari sekitar awal tahun 2013, saya minum kopi di Starbucks Cofee. Kita tahu kedai kopi modern ini perusahaan dengan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat, kantor pusatnya di Seattle, Washington. Harga kopinya kita sudah maklum. Saya datang ke sini bukan sekadar minum kopi saja, tapi juga sedang observasi perilaku orang-orang. Saya sedang mencari ide tulisan. Syukur-syukur bisa menemukannya.

Momen Puitik Kopi Gayo di Lut Tawar Takengon

Kopi. Semua menganggap, bahwa kopi adalah inspirasi. Bahkan semua penyair pernah memasukkan kopi sebagai diksi pilihan; kopi sebagai denotatif atau konotatif. Saya sendiri pernah menulis 40 puisi dengan menggunakan “kopi” sebagai simbol. kemudian dibukukan dengan judul “Air Mata Kopi” (Gramedia, 2014).

Penguasa Malam

Penguasa Malam adalah salah satu puisi yang ditulis oleh Gol A Gong dalam bukunya yang berjudul “Air mata Kopi” (Gramedia, 2014). Puisi ini kemudian digubah menjadi sebuah lagu oleh Edelweis Basah, dan sempat dinyanyikan oleh Jalu Kancana pada tahun 2015.

Kali ini, Nusalayaran mencoba kembali membawakan lagu ini dengan arransemen yang dibuat secara langsung oleh Edelweis Basah sendiri.

Penguasa Malam di Air Mata Kopi

Penguasa malam adalah salah satu puisi yang ditulis oleh Gol a Gong dalam bukunya yang berjudul “Air mata Kopi”. puisi ini kemudian digubah menjadi sebuah lagu oleh Edelweis basah, dan sempat dinyanyikan oleh Jalu Kancana pada tahun 2015. .

Kali ini, Nusalayaran mencoba kembali membawakan lagu ini dengan arransemen yang dibuat secara langsung oleh Edelweis basah sendiri. .

Semoga lagu ini mampu memberi sudut lain terhadap kita yang dalam kesehariannya tidak terlepas dari magisnya kopi-kopi yang tersaji dalam gelas-gelas kita. . selamat menikmati. .

Lirik : Gol A Gong Musik Gubahan : Edelweis Basah Musik direktur : Edelweis Basah Pembawa : Nusalayaran Editing dan rekam : Lamlam (Closehead)

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)