Podium Syndrome

Setelah gagal jadi pilot karena tangan kiri harus diamputasi pada 1974, cita-cita saya pun berganti jadi dosen. Saya ingin berbicara di depan para mahasiswa. Tapi pada era Soeharto, gerak-gerik orang cacat terbatas. Gagal jadi dosen, akhirnya profesi menulis yang tidak diskriminatif saya pilih. Setiap saya diundang jadi pembicara di seminar atau mentor pelatihan, saya selalu tergoda jika ada podium. Saya harus berbicara di podium, berlagak jadi seorang dosen yang sedang memberi kuliah. Tentu dengan bahasa senyuman. Dan itu asik, hahahaha… (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Quote Gol A Gong Tentang DNA

“Betul kata Bapak. Di Indonesia bukan pada apa yang dikatakan tapi pada siapa yang mengatakan.”

DNA-ku guru, bukan nabi. Maka aku tahu diri. Tapi Bapak memotivasiku. Jika perkataanku ingin didengar, aku harus jadi orang hebat.

Kecuali kalau aku punya uang banyak, tinggal memasang baligo di setiap jalan protokol dengan tulisan yang hebat: Peduli kepada rakyat, keturuna orang terormat, kalau perlu keturunan nabi.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Anugrah Kebudayaaan Kemdikbud RI 2012

Tanpa sengaja aku melihat foto ini. Aku mengenangnya. Indah sekali. Inilah bahasa senyuman. Aku mendapat Anugrah Kebudayaan RI 2012. Dirjen Kebudayaannya Kacung Marijan. Mendikbudnya M. Nuh. Aku bertemu banyak orang hebat di sini, dari segala macam profesi dan disiplin ilmu. Orang-orang yang berkomitmen, konsisten, dan tentu loyal. Kami mendapat uagn pembinaan Rp. 25 juta. Aku gunakan untuk peningkatan kapasitasku, setengahnya lagi untuk Rumah Dunia. Saat itu Rumah Dunia sedang mencicil pembayaran tanah seluas 3000 M2. Terima kasih kepada semua yang selalu mendukung aktivitasku di Rumah Dunia. (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Mari, Kita Senyum Penuh Rasa Syukur

Bersyukurlah orang yang banyak memiliki kekurangan, karena dengan begitu dirinya menjadi kuat.

Bersyukurlah orang yang banyak memiliki kelebihan, karena dirinya tidak perlu merasakan ujian.

Tapi di antara keduanya, aku meyakini, orang yang paling beruntung dan penuh rasa syukur adalah orang yang memiliki kelebihan dari hasil tempaan kekurangannya sendiri.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Sumringah Direktur Untirta Press

Ini senyum bersejarah dari Direktur Untirta Press. Pada World Book Day, 23 April 2012 di Komunitas Rumah Dunia , Firman Venayaksa meluncurkan buku kumpulan cerpen berjudul “Ting Bating” (Gong Publishing, 2012).

Di foto tampak Toto St Radik – Penasihat Rumah Dunia dengan penuh senyuman, secara simbolik menyerahkan tanda bukti berupa “cover berpigura” kepada Firman yang juga tersenyum. Saat itu Firman masih sebagai Presiden Rumah Dunia, 2010 – 2015.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyuman dan Puisi yang Mengikat Cinta Kami

Selepas subuh, Rabu 22 Juli 2020, saya membuka IG. Ada mention dari Lila Ayu Arini – Didiek Ganezh. Mereka mengirim foto saya dan Tias Tatanka sedang tersenyum di suatu tempat di hong Kong. Lila Ayu membantu kami jadi tour guide. Terima kasih buat kalian berdua. Segera diberi momongan, ya. Semoga kami bisa ke Lampung – tentu setelah Covid-19 ini berlalu.

Tentang foto kami yang sedang tersenyum ini. Saya dan Tias memang sepakat untuk selalu tersenyum mewarnai hari. Bukan berarti tidak ada masalah. Kata Mamang Sapit – tukang ronda di kampung saya, “Orang yang tidak pernah tersenyum berarti dia tidak punya mulut.”

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5