Episode Pertama Balada Si Roy Berjudul Joe Tayang di HAI Edisi 18 Maret 1988

Sepulang dari traveling Indonesia selama dua tahun (1985 – 87) pada Oktober 1987, saya langsung membongkar “harta karun” berupa catatan perjalanan yang saya kirimkan selama dalam perjalanan. Jika buku harian itu sudah penuh, saya poskan ke rumah. Saya beli buku baru lagi yang sampulnya batik.

Kemudian saya menulis Balada Si Roy. Buku-buku referensi berserkanan. Kamar paviliun dihiasi bunyi mesin tik: tak, tik, tuk. Hampir setiap malam. Selama sebulan saya berhasil menulis 4 episode awal Balada Si Roy.

Saya langsung datangi majalah HAI. Saya katakan kepada Arswendo Atmowiloto, “Ibarat musik, novel serial ini rock!”

Alhamdulillah, 8 maret 1988, episode pertama berjudul “Joe” tayang di majalah HAI. Dan tanpa saya duga, respon pembaca luar biasa. Sehari saya menerima 18 surat dari pembaca! (GG

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Ngobrol Film Balada Si Roy, Dari Majalah HAI ke IDN Pictures, Jumat 27 November 2020, Jam 15:30

Seperti mimpi, ya. Tapi bukan mimpi di siang bolong. Setelah 32 tahun, film Balada Si Roy akhirnya diproduksi juga. Pertama tayang sebagai serial di Majalah HAI pada 8 Maret 1988, diterbitkan jadi buku oleh Gramedia Pustaka Utama pada 1989, terus jadi bacaan wajib para petualang hingga kini. Tahun 1990-an, saya menolak difilmkan. Sombong amat! Hahahaha…

Tapi sejak 2000, ketika membangun Komunitas Rumah Dunia, saya bersedia menerima tawaran. Sinetronnya diperankan Ari Sihasale, tayang di TV3 Malaysia. Kemudian berpindah ke banyak PH, tapi gagal.

Alhamdulillah, eh insya Allah yang tepat… 10 Januari 2021, kamera mulai on. Scene demi scene dipindahkan oleh Fajar Nugros ke audio visual. Kita doakan semoga lancar.

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Kisah Fajar Nugros Bersalaman Dengan Gol A Gong

Thoriq Bara Nusantara, asli Madura, bersekolah dengan menunggang Honda NSR berplat M warna biru strip kuning, teman saya SMA. Dialah yang langganan majalah HAI di rumahnya. Kala itu saya selalu main ke rumah Thoriq hanya agar bisa membaca kisah Balada Si Roy.

Dari HAI, saya tahu penulisnya bernama Gol A Gong, dan suatu hari pada 2005, saya dengar Gol A Gong akan mengisi workshop menulis di Kaliurang, lereng gunung Merapi. Sayangnya, acara itu khusus untuk sebuah organisasi menulis. Saya mencari tau tentang organisasi itu dan saya dengar mereka para penulis muslim yang relijius.

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5