Tales Raksasa Untuk Tanaman Hias

Sewaktu saya ke Tebo, Jambi, mampir ke rumah Ramayani Riance, perempuan yang menulis puisi. Saya terpesona melihat pohon talas dijejerkan di pintu masuk rumhanya. Jadi berkelas. Kata Ramayani, “Di hutan banyak, Mas! Tinggal ambil!”

Saat itu saya bercita-cita ingin menanam tales raksasa. Tapi nyari talesnya di mana? Soalnua rumah saya jauh dari hutan.

Tapi pada Minggu 3 Januari 2021, Abdul Salam – Presiden Komunitas Rumah Dunia , CEO Cafe Rendez-vous dan Menejer Penerbitan GongPublishing RumahDunia mengunggah foto pohon tales ini. “Di belakang rumah banyak, Mas,” kata Salam.

Keinginan itu membuncah lagi. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Teras Belakang Rumah

Pandemi Covid-19 ini membawa bdrekas buatku. Satu novel berhasil saya tulis selama Maret – Juni 2020. Kemudian hobi mengurusi taman muncul lag. Aku membeli pot-pot. Tanaman hias di halaman belakang rumah aku pindahkan ke pot. Kolam di teras belakang aku hidupkan lagi; kutebar ikan lele, nila, kura-kura, kodok, siput, dan ikan mas. Pot-pot tanaman hias kuatur di mushola. Dua kursi dan lukisan hdiah dari seorang pelukis dari Bandung Barat kupasang. Teras belakang jadi tempat idola kami sekeluarga. Banyak pilihan tempat jika hendak menulis. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Merawat Kuping Gajah, Merawat Persahabatan

Kali ini tanaman hias kuping gajah, hal yang jarang lagi saya lihat. Sewaktu kecil di teras rumah di Komplek Guru, Jalan Yusuf Martadilaga, alun-alun selatan Kota Serang, 1970-an, banyak tanaman hias kuping gajah. Emak merawatnya dengan telaten. Daunnya besar-besar.

Saya jadi ingat kuping gajah di teras rumah, gara-garanya pada Senin 28 Desember 2020, saya bersama Firman Venayaksa , dan Andi Suhud Trisnahadi bersilaturahmi ke rumah Maulana Wahid Fauzi alias si Uzi – kartunis ternama di Banten. Toto St Radik tidak bisa gabung karena sakit.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Memindahkan Keladi Raksasa

Di halaman belakang rumah, jika setiap November-Desember sat musim hujan,. bemunculan flora dan fauna. Lintah, kodok, kupu-kupu, laron, lebah, tokek, kadal, bahkan, cacing, bahkan ular. Paling menyedot perhatian adalah keladi raksasa. Saya berusaha memindahkan tanaman hias itu. Pada Minggu 27 Desember 2020, saya memindahkan keladi raksasa. Saya beri nama Sunday Green Ear. Sudah seminggu masih layu. Semoga tumbuh tunas baru. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Mencuri Piring Untuk Tatakan Pot Tanaman Hias

Di sela menulis Prekuel Balada Si Roy, ada hal baru saya lakukan saat lelah atau jenuh. Biasanya jika situasi seperti itu tiba – orang sering menyebutnya writers block, saya traveling ke luar kota – naik kereta, bis atau kapal laut. Bisa juga santai ke mall bersama keluarga; kami makan atau nonton film. Tapi berhubung pandemi Covid-19, ya, tidak ada kata lain, harus di rumah.

Saya memutar otak, agar bisa melakukan sesuatu pekerjaan dimana hsilnya memberi semnagat menulis lagi. Saya jadi inget Emak, jika lelah sepulang dari sekolah: mengurusi tanaman hias. Kalau Bapak membuat kolam ikan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5