Usia terus bergulir. Jika traveling sekarang menyeret koper. Tapi sekarang menyandang tas punggung. Pakaian dibatasi supaya tidak berat.
Persediaan Baju Selama Seminggu Traveling

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Usia terus bergulir. Jika traveling sekarang menyeret koper. Tapi sekarang menyandang tas punggung. Pakaian dibatasi supaya tidak berat.

Soal hotel ini bikin kesal. Merasa sudah bayar secara online sejak seminggu sebelum tiba di Malaka. Rupanya online tidak selalu berhasil dengan baik.

Saat ada masalah pelik, aku tinggal minta tolong suami memediasikan. Jika aku sudah tidak tahan, aku curhat sambil nangis di pelukan suami. Nanti dia yang akan membereskan masalah antara aku dan mertua. Aku tinggal minta maaf dan hidup berjalan normal kembali.

Dua belas tahun Tias memendam keinginan ke Melaka. Alhamdulillah pada 19 dan 21 Maret, Tias menikmati udara Melaka

Buku Watir ini lucu. Bacaan wajib saat tegang menghadapi Pilpres 2024. Saya jadi ingat conent creator orang Sunda yang selalu ngebahas food street di India sana.

Kalau di Indonesia, menyeberang jalan masih suka-suka. Tapi di Singapura harus di zebra cross. Kalau tidak, rawan denda

“Lho, kok kamar depan? Emak sama Bapak di kamar kita aja. Kita yang di kamar depan,” sahutku. Suamiku masih melongo. Ia mungkin tak percaya istrinya memutuskan begitu.

“Nek, doain ya, insyaallah Aa sama Tias mau beli tanah di belakang. Nanti rencananya dibangun rumah buat Nek sama Aki.” Akhirnya aku berterus terang.

Lalu tiba-tiba ada kabar dari suamiku, yang mendapat rezeki cukup besar dari karyanya yang dibeli sebuah production house. Namun, suamiku minta kerelaanku uang itu akan dibelikan tanah di belakang rumah, seluas seratus meter persegi.

Seruas jalan yang membuatku mengenang masa kuliah dulu. Braga Stones, Parisj van Java. Eropa kecil.

Pertengahan tahun 1999 aku melahirkan anak kedua. Aku mulai sibuk mengurus dua anak, jadi kegiatan membaca sering kulewati. Anak-anak mungkin menjadi sungkan datang. Mereka hanya sesekali muncul, itu pun sebentar.

Gong Taveling dengan tagline “jalan-jalan sambil nulis buku’ adalah cara kreatif dan produktif untuk bisa mensubsidi operasional Komunitas Literasi Rumah Dunia di Kota Serang, Banten, selain dari penyewaan gedung, Rendez-vos Cafe, dan Gong Publishing.

Traveling saat puasa pasti unik dan akan banyak menemukan ide. Sangat menantang. Dengan cara seperti ini, biasanya saya akan menemukan hal-hal baru untuk ditulis. Ini termasuk pra menulis.

Hubby bingung lihat pring dengan sesuatu yang tambak amburadul. Itu tadinya maksud hati dadar tahu..

Sudah akhir pekan lagi. Liburan, yuk. Ke mana Ya, ke Rumah Dnia. Kita bisa bermain sambil belajar.

Beragam cara kita menolong saudara-saudara kita di Palestina. Terutama anak-anak masa depan Palestina. Saya mencoba menjual buku. Semoga para sahabat berkenan membelinya.

Buku-buku bacaan anak itu kami buru dan kumpulkan sedikit demi sedikit, dari pameran satu ke pameran lain, dibayar dengan uang yang kami pisahkan dari gaji dan honor side job, dan beberapa di antaranya adalah buku kesayanganku.