Dari Safari Literasi Duta Baca Indonesia setidaknya tercatat ada 453 Kegiatan yang terlaksana. Perinciannya 15 kegiatan dibiayai APBN, 19 kegiatan dibiayai APBD (Dinas Perpustakaan Provinsi/Koa/Kabupaten), dan sisanya hasil dari swadaya masyarakat dan biaya pribadi Duta Baca Indonesia. Andai saja kerja-kerja di jalan literasi ini dibiayai penuh oleh APBN akan lebih mudah mengaturnya. Tentu output dan outcome-nya menjadi lebih produktif.

Selain itu Duta Baca Indonesia juga telah berhasil mengunjungi 5 pulau besar di Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua) juga pulau-pulau lain seperti Bali, NTB, Maluku dan NTT. Semua kegiatan Duta Baca Indonesia terdokumentasikan di laman golagongkreatif.com dan kanal YouTube GolAGong TV.

Output yang telah dihasilkan dari Safari Literasi Duta Baca Indonesia di antaranya adalah buku Leksikon Gerakan Indonesia Menulis (Perpusnas Press: 2022), Saatnya Duta Baca Bicara (Perpusnas Press: 2022), Sepasang Luka (Gong Publishing: 2022), Catatan Terakhir (Epigraf: 2022), dan beberapa buku lainnya buku lainnya hasil dari pelatihan online bersama Duta Baca Indonesia. Hal ini sesuai dengan visi Perpustakaan Nasional agar pemustaka dapat menghasilkan barang dan jasa, dari hasil mereka membaca buku. Sekaligus menjawab rasio buku di Indonesia yang kurang; 1 buku berbanding 90 orang.

Begitu besarnya animo masyarakat pada kegiatan literasi dan penguatan budaya baca, sekiranya ini dapat menjadi bahan catatan pemangku kebijakan agar di tahun depan penambahan waktu kunjungan bisa dianggarkan dari APBN, sehingga tidak lagi dibebankan kepada komunitas atau penyelenggara kegiatan.

Selama April 2021 hingga Desember 2022, terjun langsung mendatangi masyarakat di daerah-daerah, saya menyaksikan bahwa minat baca masyarakat Indonesia baik. Di beberapa daerah banyak guru menulis buku dan diterbitkan secara self publishing. Di Sumbawa, saat memperingati hari literasi internasional, September 2022, Guru Penggerak Sumbawa meluncurkan 200 yang ditulis oleh masyarakat Sumbawa. Begitu juga saat kunjungan ke Berau, Kalimantan Timur, Oktober 2022, satu sekolah sudah menerbitkan 900 buku yang ditulis oleh guru dan siswa. Di SMA 2 Mojokerto, seorang siswa sudah menulis 200 buku.

Masalah penguatan budaya baca justru timbul karena sulitnya masyarakat mengakses buku dan perpustakaan, terutama di Indonesia wilayah timur. Selain itu mindset Kepala dinas yang merasa dibuang karena dipindahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sehingga tidak memberi motivasi pada pustakawan untuk membuat program yang inovatif dan kreatif. Serta belum dibentuknya perda literasi atau perda turunan dari UU Nomor 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, yang bisa menguatkan gerakan literasi. Problem di atas adalah pekerjaan rumah yang tentu harus diselesaikan kita bersama.

Demikian gambaran tentang kegiatan Duta Baca Indonesia selama tahun 2022, semoga memberi manfaat khususnya bagi peserta dan penyelenggara di lokus yang dikunjungi. Jadikan kedatangan Duta Baca Indonesia sebagai stimulan untuk menyalakan api semangat gerakan literasi.

Terus gelorakan gerakan literasi oleh pegiat literasi, pemerintah daerah, dan stake holder lain, sehingga api semangat literasi bisa diraskan oleh semua lapisan masyarakat, dan indeks literasi masyarakat perlahan meningkat.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Roro, Bu Ofi, Pak Dedi Junaedi, Mas Edi Wiyono, Mbak Dewi, tim Duta Baca Indonesia; Rizky, Yaya dan yang lainnya. Juga Enuma Sekolah Bahasa Indonesia, Adaro, Hond Banten, ASDP, TiKi Serang, Angkasa Pura II, Ayam Geprek Dewek, Fekraf Banten, Rumah Dunia, IKAPI Pusat, Agro Media, Gramedia, Elex Komputindo, Mizan Group, SIP Publishing, Epigraf, Forum TBM, GPMB, Forum Lingkar Pena, IPI, Forum Perpustakaan Sekolah dan Madrasah, CakrawaLa NTT, kurungbuka.com, golagongkreatif.com, Jawa Pos, Media Indonesia, Kompas, Antara, RCTI, SCTV, dan Metro TV.
Tidak lupa komunitas literasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Daniel Mahendra dan Djoe Taufik yang ikut menyukseskan Safari Literasi Duta Baca Indonesia Jawa-Bali-NTB-NTT Januari-April 2022. Toto ST Radik dan Rahmat Heldy yang terlibat di Safari Literasi Sumatera November 2022. Indra Defandra, Maman Suherman, Firman Venayaksa, Benny Arnas, RD Kedum, Ramayani Riance-Ryan, Hardi Bubut Saputra, Jauza Imani, Muhammad Subhan, dan sahabat di Leksikon. Dan masih banyak lagi. Terutama Rudi Rustiadi – asisten saya, yang setia menemani dan mendokumentasikan seluruh kegiatan saya.

Serang, 6 November 2022
Tertanda
Heri Hendrayana Harris
(Gol A Gong)




Seharusnya pemerintah lbh bnyak memberibwajtu dan anggaran ubtuk duta baca indonesia dlm perjalanan safari keliling indonesia klau terbatas wakru dan anggaran mk percuma jg ada duta baca ,,,kasihan duta baca ind berjuang sosialisasi minat baca keliling indvtp tdk di dukung pemrntah dgn sepenuh hati