YUNI : Upaya Mendobrak Hegemoni Kaum Patriarki

Novel ini adalah cerminan wajah kita selama ini yang tak kunjung memuliakan kaum perempuan. Apa yang secara berani Yuni lakukan dengan melakukan ML bersama adik tingkatnya bernama Yoga adalah tamparan keras kepada kaum lelaki yang kerap menghalalkan segara cara, bahkan mengobral murah ayat agama sekadar memenuhi kecenderungan hasrat senggama.

Lewat tokoh Yuni kita bisa menyelami kecenderungan gejolak masa remaja yang didera penuh rasa keingintahuan dan semangat ingin mencoba; Yuni naik panggung saat menonton konser musik lokal, menjajal dugem di diskotek, menenggak bir, masturbasi dengan melihat referensi dari internet lewat HP, hingga menikmati seks bebas dibekas villa tepi pantai yang terbengkalai.

Untuk yang terakhir disebutkan ini, mungkin banyak orangtua yang akan shock dan menilai adegan tersebut tak pantas dan merusak moral. Namun itulah kenyataan pergaulan remaja zaman kiwari yang harus kita sadari. Inilah PR besar setiap orangtua agar senantiasa hadir membersamai kehidupan putra putrinya. Apa yang dilakukan Yuni tersebut sebagai simbol perlawanan bahwa perempuan punya kendali dan hak penuh atas keputusan dirinya sendiri, bukan melulu manut pada aturan kebiasaan masyarakat yang alih-alih membahagiakan tapi justru menyengsarakan.

Disadari atau tidak, kian kesini banyak orangtua yang belum (untuk tidak mengatakan) tidak siap menjadi orangtua. Dulu orangtua kita sanggup mendampingi dan mengasuh anak-anaknya meskipun berjumlah banyak, kini kita saksikan di kompleks kompleks perkotaan suami istri yang baru diamanahi satu dua orang anak saja kerap kelimpungan mesti mencari pengasuh lantaran kedua orangtuanya sibuk bekerja. Imbasnya pertalian batin antara anak dengan orangtua menjadi kendor bahkan hingga terputus. Kian besar anak kian membangkang dan membantah orangtuanya.

Yuni berasal dari strata sosial menengah kebawah. Keterbatasan ekonomi membuat Yuni kecil harus rela berpisah dengan kedua orangtuanya yang mesti merantau mencari penghidupan di luar kota. Yuni dititipkan kepada neneknya. Yuni tumbuh dan berkembang di lingkungan pepat penduduk di kelilingi pabrik-pabrik raksasa. Berkat bando ungu pemberian ibunya saat kecil paska ibunya dirumahkan dari salon tempatnya bekerja, Yuni menjadi tergila-gila segala sesuatu yang berwarna ungu, hingga ia kerap mendapatkan sanksi lantaran berkali-kali mengambil barang-barang teman-temannya di sekolah yang berwarna ungu.

Kamila dan Ade Ubaidil, kerja bareng menulis novel Yuni

Rupanya ini sengaja direka penulis novel ini sebagai representasi perlawanan sosok Yuni terhadap image negatif masyarakat terhadap warna ungu sebagai warna janda yang menjadi aib. Bukan itu saja, ditengah kepatuhan perempuan tanpa reserve yang menganggap pantang menolak sebuah lamaran, Yuni dengan berani meneguhkan pendirian menolak lelaki yang melamar dirinya hingga dua kali; pertama, lelaki songong bernama Iman yang membanggakan diri hanya karena dirinya berstatus karyawan pabrik. Kedua, lelaki paruh baya doyan wayuh bernama Dodi.

Tidak seperti umumnya novel yang kerap menjaga tokoh utamanya agar tampil sebagai teladan dari awal hingga lembar akhir cerita. Tokoh Yuni berbeda, Ade berhasil menyuguhkan sosok yang manusiawi dengan kejujuran yang terang benderang; bahwa manusia senantiasa punya sisi baik dan buruknya masing-masing. Ini menyadarkan kita selaku pembaca untuk mau mengakui dan menginsyafi borok borok diri kita yang selama ini kita rahasiakan serapat mungkin. Kehadiran novel ini serupa cermin besar yang bersih dan cling sehingga mampu menampakan detial wajah asli kita yang sesungguhnya. Inilah gambaran wajah perilaku sosial masyarakat Banten khususnya atau Indonesia pada umumnya. Mari bersolek

Judul Buku : Yuni
Penulis : Ade Ubaidil, Kamila Andini, Prima Rusdi
Penerbit : Gramedia
Cetakan : Januari 2022
Tebal : 166 Halaman

*) Anas Al Lubab, Pembuat PEGON (Peci Goni Nusantara). Pendidik di SMK YP Fatahillah 1 Kramatwatu. penulis freelance dan penyuka segala hal berhubungan dengan handycraft

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==