Tiba-tiba kudengar kabar ia berkunjung ke Bandung untuk suatu kegiatan. Kami pun bertemu. “Menjaga silaturahmi, memanjangkan umur, memudahkan rezeki,” katanya tersenyum.
Ia pun banyak bercerita soal literasi. Mengenai teater. Termasuk tentang bagaimana memanfaatkan media sosial untuk mengabarkan kegiatan kesenian di Flores Timur. “Kalau kita cuma menyampah di medsos, bagaimana Indonesia bisa tau apa yang terjadi di kita punya Flores?” ujarnya berapi-api.

Tak syak lagi: udara Cibirual yang dingin seketika menghangat oleh kisah perjuangan hidupnya yang panjang. Seorang guru yang derana!
Terima kasih untuk obrolannya, Bro Zaeni Boli. Sukses untuk kesenian di Flores Timur. Untuk anak-anak di Flotim. Juga untuk dirimu sendiri. Kapan-kapan kita bincang lagi.


