Ketika sarapan di Jalan Jendal Sudirman, Endang Cerebral Palsy jualan koran Kompas Minggu. Trenyum melihatnya.
Endang Cerebral Palsy Masih Jualan Koran

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Ketika sarapan di Jalan Jendal Sudirman, Endang Cerebral Palsy jualan koran Kompas Minggu. Trenyum melihatnya.

Penganugerahan Pos Kupang Award diserahkan di Hotel Aston Kupang, Senin (11/12/23) bersama 0 nominator lainnya meliputi instansi pemerintah dan swasta, BUMN dan BUMD serta perorangan. Pos Kupang Award 2023 dalam rangka memeriahkan HUT ke 31 Pos Kupang.

Kelas ini tidak hanya sarat akan ilmu yang mendalam terkait penulisan esai, tapi juga dilengkapi dengan praktik dan ditanggapi langsung oleh mentor.

Setelah dapat izin dari hubby diiringi pertanyaan, “Mamah nggak capek?” yang kujawab dengan, “Enggak.” Padahal di Purwakarta acaranya padat. Mulai dari reuni keluarga dan kulineran

Dari isi video yang diviralkan oleh Agus tersebut, sebenarnya tidak ada unsur pencemaran nama baik dan/atau unsur penghinaan.

Pengacara membangun Saung Advokasi Farm. Apa itu? Cafe kebun dan spot literasi. Ini literasi finansial. Taman bacaan digabung dengan cafe.

Ada apa dengan karangan bunga? Siap-siap dengan kejutannya, ya.

Memang aneh, kenapa lokasinya bisa di desa Baros. Apakah karena murah harganya? Siapa penyedia lahannya? Adakah indikasi korupsi?

Dua foto ini adalah produk dalam negeri untuk perawatan rambut. Sengaja aku foto saat kosong, menandakan aku benar-benar pakai, ye kan. Cairan aslinya berwarna pink muda banget.

Siapa tidak kenal Alpina? Perlengkapan untuk kegatan di aam terbuka, ya, Alpina.

Jika kamu memiliki kekurangan, baca, baca, dan baca. Percayalah, membaca membuat kita lupa memiliki kekurangan.

Jika kamu membaca, pasti cara berpikirmu sehat, tidak baperan. Jika kamu menulis, pasti gagasan-gagasan yang kamu tulis hebat.

Farel yang awalnya pemalu ketika diajak berbicara dengan Paman Gong, ternyata anak yang menyenangkan.

Jika Anda rajin membaca buku, cobalah ikuti lomba-lomba menulis. Siapa tahu Anda jadi juaranya.

Seperti kata pengantar dalam buku ini, bahwa puisi-puisinya seperti potret yang bicara di tangan ahli atau fotografer profesional.

Yuk, kita tanami halaman rumah kita dengan pohon. Jangan sampai nanti kita menikmati pohon di foto dan lukisan.

Karakter pembaca sekarang selalu terburu-buru jika membaca cerita pendek. Nah, fiksi mini adalah solusinya.