Museum Literasi Gol A Gong – untuk masa depan, memang saya niatkan untuk warisan anak-cucu. Semoga mereka nanti bercermin lewat kisahku ini.
Etalase Museum Literasi Gol A Gong

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Museum Literasi Gol A Gong – untuk masa depan, memang saya niatkan untuk warisan anak-cucu. Semoga mereka nanti bercermin lewat kisahku ini.

Saya sendiri sewaktu SD ikut Pramuka dan sampai siaga saja. Saya senang kegiatan kempingnya. Saya jadi berani traveling gara-gara ikut Pramuka itu. Kemudian saya mencari tahu, siapa sih penggagas Pramuka? Lord Boden Powel, siapa tidak kenal dia? Bapak pandu dunia

Puisi Minggu antriannya panjang. Sekarang edisi 14, penyair dari Bandung. Lima puisinya mngusung tentang perenungan diri dan alam. Silakan menikmati dan tentu kopi terbaiknya diseduh.

Suatu sore aku melihat antrean anak-anak di depan kamar mandi. Ada sekitar lima belas anak berdiri di depan pintu. Aku heran mengapa anak-anak itu jadi pipis berjamaah begitu.. Rupanya kamar mandi baru daya tariknya.

Halal Bihalal sudah jadi tradisi setelah lebaran. Ada yang di hotel, di pantai, atau di rumah. Kami dari keluarga Haris Sumantapura berkumpul di Museum Literasi Gol A Gong.

Saat berlibur di desa Nelayan Lamahala, saya menyempatkan diri berkunjung ke kerajaan Lamahala yang hanya menyisakan rumah adat , gapura dan meriam tua.

Menang, jangan sombong. Besarkan hati yang kalah. Jika kalah, jangan berkecil hati. Apalagi menuding orang lain jadi penyebabnya. Itu mental pecundang.

Dunia fotografi berkembang pesat di era digital ini. Medsos kita diwarnai dengan foto-foto yang aesthetic. Spot-spot foto dibuat oleh instansi terkait seolah jadi syarat utama jika pariwisatanya ingin berkembang.

Dakwah bil qolam, menyampai pesan-pesan baik lewat cerpen. Kali ini dalam suasana lebaran, Gol A Gong menyodorkan kisah tentang seorang ayah yang igin membelikan baju baru untuk anak lelakinya. Selamat lebaran 1445 H, mohon maaf lahir dan batin.

“Kakek buyut Aa atau kakeknya Emak memang dari Labuan,” begitu kata Emak atau Nek, panggilan ibu mertuaku. “Karena dikejar tentara Belanda waktu penjajahan, kakek buyut lari ke Sumatera,

Setelah har pertama halal bihalal dengan keluarga Pak Murji – besan dari Teh Dian, kami harus menyiapkna hiburan untuk halal bihalal keluarga ka mi – Haris dan Atisah, Jum’at 12 April 2024.

Saya dan Jordy tentu gembira, karena spot-spot fotonya dipakai untuk selfie dan wefie. Jum’at besok, H3 Lebaran, tepatnya 2 April 2024, keluarga besar kami – Haris Sumantapura, akan datang halal bihalal.

Sebagai penyeimbang asupan supaya tidak oleng, sayur tetap aku konsumsi. Maka jangan heran ada sayur sop dalam piringku bersama gemblong dan rabeg.

Saya harus menjaga iklim literasi baca dan tulis tetap hidup di masyarakat bawah. Jika masih di fase kuantitas, tidak apa-apa. Saya terus mendampingin, agar masing-masing meningkatkan kualitasnya.

Ada 44 bab dalam buku ini yang mudah dipahami, padahal isinya sarat istilah medis. Banyak yang bertentangan dengan kebiasaan dan mitos, tapi logis menurut kesehatan. Misalnya saat mimisan, siapa masih suka mendongakkan hidung, berharap darah berhenti

“Papah ingin Banten ini maju. Kita mulai dari anak-anak kecilnya. Kita ajarin banyak ilmu, supaya kelak mereka bisa membangun Banten dengan cara mereka sendiri.” Lanjut suamiku.

Kamu punya ransel? Masih suka dipakai? Atau sudah disimpan di gudang? Coba periksa ranselnya, ada besinya nggak?