Kenapa Kita Miskin dan Tertinggal di Asean?

Dari dulu saya selalu resah memikirkan, kenapa masih banyak orang miskin di kampung saya? Di kampung kamu? Di Indonesia?

Jika saya masuk ke gang-gang di Jakarta, bertebaran kaum urban yang tidak memiliki tempat tinggal. Barangkali atau menurut dugaan saya juga orang-orang kampung jadi tertindas, ini karena perilaku ormas, preman berdasi, kaum kapitalis, oligarki, dan kartel di kantor-kantor Kementerian atau dewan, yang dengan rakus berebut makanan tanpa menyisakannya buat kita.

Di gang-gang Kota Vietnam, begitu bersih dan tidak kumuh. Justru jadi vintage karena rumah-rumahnya jadi cafe tempat makan siang. Atau ada juga yang kumuh? Saya belum menemukannya kemarin.

Sementara ketika blusukan ke desa-desa, alam yang kaya tidak membuat makmur masyarakatnya.

Ini karena apa? Tujuh setan desa yang merampoknya? Tuan tanah (pemilik tanah besar), lintah darat (rentenir), tukang ijon (pembeli hasil panen sebelum panen), tengkulak (pedagang perantara), kapitalis desa, birokrat (pejabat desa), dan petani kaya, berdasarkan konsep D.N. Aidit tentang kelas sosial di desa?

Betul karena itu?
Kenapa?
Punya jawabannya?

Gol A Gong
Traveler, Author
Chongqing China, Literacy Journey 12 Negara, 13 Januari 2026, pukul 01:20 AM

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==