Ya, di suatu pagi yang bertabur gerimis, saya ingat betul ada satu peristiwa yang masih melekat di kepala saya hingga sekarang. Waktu itu setibanya di kampus, saya langsung memarkirkan motor. Tak jauh dari tempat saya, sorang mahasiswi terlihat sedang kesusahan menghidupkan motornya.

Beberapa kali ia meng-gobles sepeda motornya, tapi tak kunjung berhasil. Berkali-kali ia lakukan. Melihat saya, mahasiswi tersebut tak sungkan meminta tolong. Saya langsung menolong mahasiswi yang sedang kesusahan tersebut. Saya ambil alih motornya. Saya minta ia mundur beberapa langkah. Tak lama kemudian motor berhasil menyala.

“Ini kurang dipanasin mesinnya, Teh,” kata saya.
Tak berkata apa-apa mahasiswi tersebut mengambil alih motornya. Bremmmm. Mahasiswi itu pergi tanpa ada kata basa basi, apalagi ucapan rasa terima kasih.

“Apa saya ini tukang parkir kali, ya?” Saya berkata ke teman yang saya bonceng. Teman saya langsung nyolot, “Emang, dari muka Lu pantas jadi tukang parkir, ” dia tertawa.


