Ada Salam: Kita Suka Lupa Berterima Kasih

Kisah itu berlanjut. Setelah pulang kuliah, saya dipertemukan lagi dengan mahasiswi tersebut di depan gedung rektorat. Saya menunggu responsnya. Siapa tahu, ia mau menyapa karena tadi pagi terlalu terburu-buru sehingga lupa mengucapkan rasa terima kasih. Ternyata itu hanya harapan saya saja. Mahasiswi itu tetap dalam pendiriannya. Tetap tak menegur saya, apalagi mengucapkan rasa terima kasih.

Kejadian yang sudah lampau itu, ternyata tervalidasi kembali ketika beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman Rumah Dunia diminta membatu kegiatan mahasiswa di Rumah Dunia.

Banyak hal yang kami lakukan, atau kami bantu sesuai yang mereka inginkan demi suksesnya sebuah acara. Untuk urusan bantu membantu kami sangatlah senang. Sangatlah bahagia. Apalagi, kegiatan tersebut digelar di area Rumah Dunia.

Bedanya, setelah acara sukses digelar. Dan, para panita pelan-pelan meninggalkan area Rumah Dunia. Mereka sambil pulang dan melintasi kami yang sedang duduk tak ada sepatah kata pun untuk izin pamit ke tuan rumah, atau mengucapkan rasa terima kasih.

Kami, yang sedang duduk hanya bisa tercenung dan berpikir, “Kok bisa, ya! Kok begitu, ya!” tentu dalam hal ini, kami bukan ingin menerima ucapan rasa terima kasih. Atau, ingin dihormati sebagai tuan rumah. Kami, berpikiran begitu sebagai refleksi diri jangan-jangan waktu kuliah hal serupa pernah kami lakukan juga di tempat lain. Begitukah? Auk ah, gelap! (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==