Awalnya, aku merasa “riweh.” Anak-anak banyak yang berbuat suka-suka saat aku mendongeng; ada yang duduk di paha, rebutan tablet Sekolah Enuma, hingga berantem. Namun, aku semakin mengenal lebih dalam terhadap anak-anak.

Kemudian September awal, Ibu Tias Tatanka memberi tawaran dongeng kepadaku untuk acara “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi: Roadshow Bus KPK 2022”. Acaranya berlangsung 30 September-01 Oktober 2022 di Alun-Alun Barat Kota Serang. KPK sejak dulu bekerjasama dengan Rumah Dunia untuk urusan antikorupsi. Mas Gol A Gong pernah jadi mentor untuk pelatihan menulis di KPK dan Kang Firman Venayaksa jadi penyuluh antikorupsi KPK. Jadi, aku dengan berani, langsung “mengiyakan” tawaran Bu Tias.

Kegiatannya, dilaksanakan di tiga Provinsi yaitu Sumatera Selatan, Lampung, dan Banten. Selama dua bulan bus KPK akan mendatangi beberapa lokasi di tiga Provinsi tersebut dan mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari dengan cara menyenangkan melalui berbagai kegiatan. Tidak hanya awak KPK sendiri, keseluruhan kegiatan melibatkan penyuluh antikorupsi berprofesi guru atau tenaga pendidik lainnya. Untuk kegiatan mendongeng, KPK mengajak Rumah Dunia bekerjasama.

Aku sebenarnya, belum punya banyak pengalaman dalam mendongeng tapi aku percaya dengan belajar pasti bisa. Pada tanggal 16 September 2022, Ibu Tias mengirim naskah dongeng kepadaku. Aku langsung mencetaknya dan mulai membaca lebih dalam tentang karakter tokoh yang aku perankan.

Baru membaca satu lembar saja, aku merasa gembira, terlebih dengan lagu yang dibuat Ibu Tias:
Pom pom pom, pom pom pom, pom pom pom, pom pom pom…
Hari ini aku gembira
karena bertambah usia
aku tumbuh makin besar
dan juga tambah pintar
Pom pom pom, pom pom pom, pom pom pom, pom pom pom…


