Kadang aku tertidur di antara buku-buku. Itu sudah aku lakukan sejak SMA, ketika memiliki kamar sendiri. Buku-buku koleksi pribadi yang aku beli dari uang jajan, selalu aku bawa-bawa ketika kuliah dan kerja.

Di dalam kamar kosan hanya ada kasur gulung, TV 14 inch, mesin tik (tahun 1994 barulah punya komputer), lemari pakaian dari plastik, tape dan kaset, serta berdus-dus buku.

Hingga sekarang setelah berkeluarga masih berlaku. Aku harus membangun sebuah rumah untuk tempat tinggal buku-buku. Sudah setahun – Oktober 2022-Oktober 2023, aku membangunnya dengan kata-kata. Sekarang tinggal pintu-jendela dan aliran listrik.

Buku-buku itu belum semuanya aku baca. Pelan-pelan. Sekarang buku-buku yang sudah aku baca itu tinggal menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Atau menuliskannya kembali dalam bentuk gagasan. Jika tidak, kita, berarti kita sudah mati sebagai manusia. Kata Hamka, babi di hutan hidup seperti itu, tanpa gagasan
Gol A Gong


