Sudah 19 tahun kelas menulis bergulir. Dua tahun berlalu tidak efektif , 2020-2021, karena pandemi Covid-19. Setiap kelas menulis angkatan terbaru bergulir, saya menegaskan kepada para peserta, minimal dua tahun adalah proses kreatif yang harus ditempuh hingga cerpen mereka berhasil dituliskan. Bacalah buku sebanyak mungkin. Ada yang frustasi, ada yang tetap bersemangat.

Saya terus membacai cerpen-cerpen mereka. Saya menemani mereka, memberikan catatan di setiap akhir cerpen mereka. Saya ajak mereka berdiskusi. Saya dorong mereka untuk jadi diri sendiri. Saya yakinkan kepada mereka, cerpen yang bagus pasti akan mendapatkan tempatnya.
Saya memberitahu kepada mereka, bahwa cerpenmu ini kualitasnya koran lokal atau nasional. Beberapa dari mereka ada yang terus menekuni dunia fiksi tetapi ada yang berusaha realistis dengan menekuni dunia jurnalistik.


