Karya mereka berupa cerpen dan esai ada yang dimuat di koran lokal dan nasional. Koran Tempo, Republika, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Jawa Pos sudah berhasil ditembus, kecuali Kompas. Dan saya tidak perlu membuktikan apa-apa kepada orang-orang, apalagi kepada para redaktur koran. Biarkan saja mereka bergelut seperti juga saya – gurunya.

Bagi saya pada akhirnya, penulis itu mengabdi kepada pembacanya. Terutama pembaca yang bersemangat ingin jadi penulis.
Nah, Bung AS Laksana, ulahmu itu
, ya, betul, cukup sekali saja. Jangan diulangi lagi. Kita harus memaafkannya atas eksperimennya yang tentu menyinggung perasan redaksi Jawa Pos – terutama redaktur sastranya. Apalagi kabar terakhir di hari Senin 7 Mei 2021, Jawa Pos mencabut cerpen tersebut.
Tetap semangat.
Gol A Gong – Mentor Kelas Menulis Rumah Dunia


