Stecu atau stelan cuek merujuk pada acuh tak acuh atau tak peduli. Istilah ini mudah ditiru dan dipahami oleh para netizen.
Mengenal “Stecu” Istilah yang Lagi Ngetrend

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Stecu atau stelan cuek merujuk pada acuh tak acuh atau tak peduli. Istilah ini mudah ditiru dan dipahami oleh para netizen.

Untuk jadi penulis novel diperlukan persyaratan-persyaratan yang cukup berat. Tidak terjadi dalam proses satu malam saja.

Temukan bagaimana anime Life Lessons with Uramichi Onii-san menggambarkan realita depresi orang dewasa dengan pendekatan satire dan emosional. Simak penjelasan tentang makna depresi, pentingnya rutinitas, olahraga, serta kekuatan hubungan sosial dalam perjalanan menghadapi penyakit mental.

Puluhan penyair perempuan Indonesia tampil di atas Panggung Perjuangan Penyair Perempuan Merah Putih untuk membaca puisi dalam rangka Hari Kartini 2025 di Museum Benyamin Sueb, Jatinegara, Jakarta Timur.

kuti pengalaman seru kami sekeluarga menghadiri Festival Bale Nagi 2025 di Larantuka. Dari pertunjukan seni tradisional, pesan ekologis, hingga momen berharga menikmati healing murah meriah bersama keluarga!

Malaysia mencatat rekor baru dengan mengirim hampir 100 delegasi ke The Third International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-3) di Padang dan Bukittinggi. Festival tahun ini diikuti 24 negara dengan agenda sastra dan wisata budaya

Rumah Dunia Serang menggelar perayaan Hari Buku Sedunia 2025 dengan tema ‘Literasi Masyarakat: dari Banten untuk Indonesia’. Acara ini mendorong kesadaran literasi melalui karya lokal dan peran aktif TBM

Ini peribahasa Melayu yang dalam banget maknanya. Secara sederhana, artinya kalau kita terlalu mengikuti kehendak hati atau hawa nafsu, kita bisa celaka. Emosi tanpa kendali bisa menjerumuskan kita ke keputusan yang buruk. Jadi, intinya adalah: perlunya akal dan pertimbangan yang matang dalam bertindak, jangan cuma ikut perasaan.

Lima sajak dalam rangkaian “Warisan Bapakku Ibuku” ini adalah sebuah persembahan bagi mereka yang telah meninggalkan jejak kasih, doa, dan kebijaksanaan dalam hidup kita. Sajak-sajak ini tidak sekadar menyusun kata-kata, tetapi menjadi perjalanan batin yang menggali makna dari setiap warisan
yang tak terlihat, tetapi begitu terasa.
Sekarang mari kita nikmati Puisi Minggu Edisi 17/II/27 April – 4 Mei 2025 tentang “Warisan Bapakku Ibuku” Karya Abdul Wachid B.S.

Lihat langsung patung Laksamana Yi Sun Sin bikin aku merasa lebih terhubung dengan sejarah negaranya yang lagi aku pelajari. Kalau kamu punya kesempatan ke Seoul, jangan lupa mampir ke Gwanghwamun Square yaa!

Catatan pribadi tentang upaya membangun kebiasaan makan sehat sebagai bentuk investasi jangka panjang. Refleksi ringan dari seorang Gen Z yang ingin menua dengan tubuh yang tetap kuat dan bugar.

Belajar dari podcast Annisa Steviana, artikel ini membahas cara orang tua melatih anak menunda kesenangan dan menghadapi tantrum dengan empati dan strategi.

Ulasan film Kapoor & Sons yang menyentuh, membedah dinamika keluarga disfungsional, rahasia yang terungkap, dan pentingnya komunikasi serta cinta dalam keluarga. Sebuah refleksi hangat tentang waktu, pengampunan, dan hubungan yang nyata.

Sungguh moment yang sangat indah, apalagi hanya eyanglah nenekku satu-satunya yang aku punya. Jadi aku tidak mau menyia-nyiakan waktu kebersamaan, mumpung masih hidup.

Kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ke Flores Timur pada 25 April 2025 bertepatan dengan Festival Bale Nagi dan Sambut Baru. Kehadiran beliau membawa misi penting terkait pemajuan kebudayaan daerah, termasuk pembangunan museum dan pelestarian warisan budaya.

Waktu bergerak cepat. Terasa seperti hitungan detik. Bangun pagi, kita melihat anak kita masih perlu dituntun. Tiba-tiba besok pagi, mereka sudah berlarian. Hari lain, mereka pamitan pergi dari rumah untuk mengejar cita-cita.

Kepala Bandara Gewayanta, Puguh Lukito, menjadi juri lomba melukis Festival Bale Nagi 2025 di Flores Timur. Lomba ini bertujuan mendorong kreativitas dan melahirkan pelukis muda berbakat dari daerah.